PT KS Janji Tak Rekrut Karyawan Baru

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 14 November 2019 - 11:35:54 WIB   |  dibaca: 59 kali
PT KS Janji Tak Rekrut Karyawan Baru

DENGAR PENDAPAT : Suasana Rapat Dengar Pendapat antara Komisi II DPRD Cilegon dengan buruh PT Krakatau Steel (KS), Manajemen PT KS, dan Disnaker Cilegon di Ruang Rapat Komisi DPRD Cilegon, Rabu (13/11).

CILEGON, BANTEN RAYA - PT Krakatau Steel (KS) berjanji tidak akan melakukan perekrutan terhadap karyawan baru. Jika pabriknya kembali beroperasi, perusahaan plat merah ini berjanji akan memprioritaskan mantan karyawan yang sebelumnya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal itu disampaikan Manager Security and General Affair PT KS, Edjie Djauhari usai Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, dan Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS), di Ruang Rapat Komisi DPRD Cilegon, Rabu (13/11).

Edjie menjelaskan, dari sekitar 2.600 karyawan yang PHK, saat ini sudah ada sekitar 400 orang yang dipekerjakan kembali. Hal tersebut lantaran ada pabrik yang beroperasi kembali. “Seperti blast furnace sekarang operasi lagi, kita tidak bisa menyebut ke depan berapa lagi yang dibutuhkan lagi, tapi kita lihat kebutuhan nanti, bisa saja kita panggil lagi. Kami prioritaskan yang dulu di KS dan kena PHK,” katanya usai acara di DPRD Cilegon.

Edjie juga mengaku tidak mengetahui kapan akan kembali mengoperasikan pabrik yang telah berhenti. “Itu tidak bisa kita prediksi akan operasi lagi di pabrik yang off kapan. Tapi, ketika ada rekrutmen lagi, kita akan ambil dari yang kena PHK bukan karyawan baru,” jelasnya.

Efisiensi perusahaan, kata Edjie, saat ini dilakukan seperti ada bagi karyawan organik ada penawaran program pensiun dini di usia sekitar 52 hingga 55 tahun. “Yang satu atau dua tahun lagi mau pensiun kita imbau untuk pensiun lebih awal sebagai bentuk efisiensi kita,” ujarnya.

Ketua Harian FSBKS, Ujang berharap agar anggota FSBKS yang telah di-PHK bisa dipekerjakan kembali di PT KS ketika pabrik akan operasi kembali. “Informasi yang kita dapat di Desember atau Januari akan ada kontrak baru, katanya ada 400 orang sudah ada yang direkrut lagi tapi bukan anggota FSBKS. Kami harap anggota kami juga dipekerjakan lagi,” harapnya.

Angka Pengangguran Naik Angka pengangguran terbuka di Kota Cilegon mengalami kenaikan pada 2019 ini. Pada 2018 lalu, angka pengangguran sebesar 9,33 persen, dan pada 2019 ini naik menjadi 9,68 persen atau naik 0,35 persen.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Bukhori mengatakan, angka pengangguran di Cilegon pada 2019 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 9,68 persen. Angka tersebut naik dibandingkan tahun lalu sebesar 9,33 persen. Sementara pada 2017, angkanya mencapai 11 persen. “Sejak 2010 ini tren pengangguran itu di kisaran 9,5 persen,” kata Bukhori.

Dikatakan Bukhori, penyebab naiknya angka pengangguran tersebut akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel (KS), beberapa bulan lalu. Saat itu, sekitar 2.600 karyawan dirumahkan. “Sumbangsih bertambahnya pengangguran ini dari KS,” kata Bukhori.

Dalam menekan angka pengangguran, Bukhori mengaku, akan memaksimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang dimiliki Disnaker Cilegon. Jumlah peserta di BLK tahun ini sekitar 900 orang, dimana 600 orang dibiayai Pemkot Cilegon dan 300 orang dari Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Serang anggaran dari pemerintah pusat.

“Setahun ini ada sekitar 900 orang yang mengikuti pelatihan, jenis pelatihannya juga banyak. Adapun kalau mau ada jenis pelatihan baru, seperti kursus bahasa asing itu anggarannya besar, makanya belum kita rencana ke sanan seperti kursus bahasa asing. Saat ini masih seputar pengelasan, operator forklift, alat berat, dan beberapa jenis pelatihan lainnya,” ucapnya.

Menurut Bukhori, dalam menyikapi adanya PHK KS, Ia berharap KS melakukan rekrutmen lagi untuk memprioritaskan tenaga kerja yang di-PHK. Ia juga berharap PT KS selalu melapor ke Disnaker Cilegon ketika akan merekrut karyawan agar kebutuhan tenaga kerja ini tercatat di Disnaker.

"Kami juga minta perusahaan-perusahaan di Cilegon untuk melapor Disnaker kalau mau rekrutmen, tapi kami tidak bisa menindak kalaupun ada perusahaan yang tidak melapor, sebab pengawasan tenaga kerja kewenangannya di Provinsi Banten,” cetusnya.

Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Sanudin berharap agar PT KS mempekerjakan kembali karyawan yang telah di-PHK. Selain di PT KS, juga bisa dipekerjakan lagi di anak perusahaan PT KS. “Anak perusahaan PT KS banyak, titip lima saja di satu perusahaan kan bisa mengurangi pengangguran di Cilegon, berdayakan yang telah di-PHK ini di anak perusahaan juga harusnya bisa,” pintanya.(gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook