Motor Seharga Rp 300 Ribu, Laku Rp 9 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 15 November 2019 - 11:42:32 WIB   |  dibaca: 45 kali
Motor Seharga Rp 300 Ribu, Laku Rp 9 Juta

ANTUSIAS: Suasana pelaksanaan lelang 52 randis roda dua dan empat milik Pemprov Banten di Kantor KPKNL Serang, legok, Kota Serang, Kamis (14/11).

SERANG, BANTEN RAYA- Pemprov Banten melelang barang milik daerah (BMD) berupa 52 kendaraan dinas (randis) roda dua (motor) dan roda empat (mobil), Kamis (14/11). Hasilnya, pemprov mampu meraup Rp 671.951.272 atau melebihi nilai limit yang ditetapkan. Menariknya, satu unit sepeda motor yang dihargai Rp 300 ribu, laku hingga Rp 9 juta.

Diketahui, lelang dilakukan melalui perantara Kantor Pelayanan Keyakaan Negara dan Lelang (KPKNL) Serang. Pun demikian dengan pengumuman lelang digelar di KPKNL serang, Kota Serang.Sementara itu, dari 52 randis yang ditawarkan, dua unit di antaranya berupa roda empat tak terjual. Yakni Toyota Kijang keluaran 2002 yang memiliki nilai limit Rp 22.800.000. Satu lagi adalah Toyota Kijang LX keluaran 2002 dengan nilai limit Rp 19.200.000.

 Dari 50 unit ransdis yang terjual, seluruhnya mampu melebihi nilai limit. Untuk randis roda empat Ford Ranger misalnya, mobil keluaran 2008 ini memiliki nilai limit Rp 19.920.000 bisa laku hingga Rp 60.125.000.

Selanjutnya, Mitsubishi L300 keluaran 2005 yang ditawar dengan nilai Rp 11.340.000 laku Rp 36.678.999. Harga terbentuk yang lebih tinggi dibanding harga limit juga terlihat unruk randis roda dua. Nilainya bahkan cukup signifikan. Untuk Suzuki TS keluaran 2002 dengan nilai limit Rp 300.000 mampu laku hingga Rp 9.123.456.

Kepala Sub Bidang Penggunaan dan Pemanfaatan Aset BPKAD Provinsi Banten Rahmat Pujiatmiko mengatakan, lelang BMD merupakan hal yang kerap dilakukan sebagai langkah penghapusan aset. Metode lelang dilakukan karena aset yang akan dihapus masih memiliki nilai ekonomis. Lelang seluruhnya digelar melalui internet.“Sementara BMD yang dilelang terdiri atas randis roda dua dan empat sebanyak 52 unit. Lelang dilakukan dengan dua cara, yakni satuan maupun paket,” ujarnya.

Ia menuturkan, seluruh barang yang dilelang sebagian besar laku terjual. Bahkan, nilai penerimaan pemprov dari lelang cukup tinggi. Dari nilai limit atau minimal penawaran senilai Rp 263.423.000, pemprov mampu meraup Rp 671.951.272. Hasil lelang randis akan disetorkan ke kas daerah Provinsi Banten.

“Seluruh randis yang berhasil dilelang keluar dengan harga di atas limit. Contohnya, paket lelang randis roda dua sebanyak 17 unit terjual senilai Rp 42.999.999 dari harga limit Rp 10.450.000. Kemudian paket lelang randis roda empat sebanyak tujuh unit terjual Rp 153.000.000 dari harga limit Rp 33.921.000,” katanya.

Kepala BPKAD Banten Rina Dewiyanti mengatakan, lelang BMD merupakan kegiatan rutin yang digelar Pemprov Banten. Dari setiap penyelanggaraannya, pemprov selalu meraih hasil di atas harga limit. “Lelang aset hasilnya selalu menggembirakan, selalu di atas nilai limit yang ditetapkan,” tuturnya.

Mantan Kepala BPKAD Kabupaten Lebak itu menjamin tidak ada rekayasa dalam proses lelang karena seluruhnya dilakukan melalui sistem tertutup. Sementara untuk pemenang lelang diberikan waktu selama lima hari kerja setelah penetapan untuk melakukan pelunasan. “Tidak ada main mata, ini sepenuhnya menjadi kewenangan KPKNL. Kami tidak bisa ikut campur,” tegasnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook