Ayah Perkosa Anak Divonis 14 Tahun Penjara

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 15 November 2019 - 11:52:52 WIB   |  dibaca: 655 kali
Ayah Perkosa Anak Divonis 14 Tahun Penjara

SERANG, BANTEN RAYA- Kusnadi, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap anak kandungnya sendiri yang berusia 3 tahun, di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang divonis selama 14 tahun oleh Majelis Hakim, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kamis (14/11).

Putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Rikatama Budiyantie mengatakan bahwa terdakwa Kusnadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan anak di bawah umur, sesuai pasal 81 ayat (3) jo pasal 76 huruf D undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Kusnadi selama 14 tahun dikurangi selama terdakwa dalam masa tahanan dengan perintah untuk tetap ditahan, serta denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan," katanya disaksikan JPU Kejari Cilegon Ariani dan terdakwa.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan JPU sebelumnya. Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa dalam tuntutan tersebut, perbuatan terdakwa telah merusak masa depan anak kandungnya sendiri. Terdakwa juga selalu berbelit-belit dalam persidangan."Untuk yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, serta terdakwa belum pernah dihukum," ungkapnya.

Berdasarkan fakta persidangan, kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah terdahadap anaknya yang berusia tiga tahun berinisial FI itu terjadi pada Jumat 5 Juli 2019 di rumah terdakwa. Kejadian itu bermula saat kondisi rumah sedang sepi, sedangkan istri terdakwa yang merupakan PRT (pembantu rumah tangga) sedang bekerja di rumah majikannya.

Awalnya, Kusnadi masuk ke dalam kamar mendekati anaknya yang tengah tertidur pada pukul 12.30. Ketika berada di samping korban, pelaku memasukkan jari telunjuk ke alat kelamin korban sebanyak satu kali dengan durasi sekitar 2 menit.
 
Atas aksinya itu, korban terbangun dan menangis. Bukannya berhenti melakukan tindakan bejatnya, Kusnadi malah semakin menggila. Mulut korban dibekap agar tidak berteriak, selanjutnya pelaku melakukan persetubuhan hingga mengeluarkan sperma.

Setelah puas dengan perbuatannya, bocah perempuan itu diserahkan kepada ibunya yang sedang bekerja di rumah majikannya. Kasus itu terungkap saat korban merasakan kesakitan dibagian alat vitalnya, dan menceritakan perbuatan ayahnya itu kepada ibunya.

Dari keterangan Kusnadi, pemerkosaan yang dilakukan terhadap anaknya itu dilakukan lantaran tidak kuat menahan hawa nafsu, setelah empat hari istrinya tidak pernah melayani keinginannya untuk melampiaskan hasratnya.

Usai mendengarkan vonis tersebut, Kusnadi melalui kuasa hukumnya, Renaldi dan JPU mengaku pikir-pikir atas putusan tersebut. Hakim memberi waktu kepada keduanya untuk menentukan putusan banding atau tidaknya."Pikir-pikir yang mulia," kata JPU dan kuasa hukum terdakwa. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook