Pemkot Akhirnya Kosongkan Ruko Permata Cimone

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 15 November 2019 - 11:59:32 WIB   |  dibaca: 112 kali
Pemkot Akhirnya Kosongkan Ruko Permata Cimone

DIKOSONGKAN : Petugas Satpol PP dibantu aparat Polsek Karawaci mengosongkan ruko Permata Cimone, di Kecamatan Karawaci, Kamis (14/11) kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pertanahan akhirnya mengosongkan ruko Permata Cimone, di Kecamatan Karawaci, Kamis (14/11) kemarin. Pengosongan turut dibantu oleh Satpol PP dan aparat kepolisian dari Polsek Karawaci.

Meski mendapat penolakan oleh pemilik ruko, pengosongan tetap berjalan lancar.Kabid Advokasi Dinas Pertanahan Kota Tangerang, Mamet Indiarto mengatakan, pengosongan ruko dilakukan setelah pihaknya melayangkan tiga kali surat peringatan (SP). Namun, hingga tiga kali SP dilayangkan, seluruh pemilik ruko tetap tidak menggubris. "Akhirnya hari ini kita eksekusi(dikosongkan-red)," ujarnya, kemarin.

Mamet mengatakan, pengosongan ruko dilakukan tidak seluruhnya, hanya 21 ruko yang dikosongkan dari 58 ruko yang ada, karena diketahui Hak Guna Bangunan (HGB) milik 21 pemilik ruko telah habis. "HGB-nya sudah habis, kita tidak perpanjang," ujarnya.

Mamet menegaskan, dasar dari pengosongan itu, karena Pemkot Tangerang memiliki surat Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Menurutnya, dahulu sebelum adanya pemecahan wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang, Pemkab Tangerang pada saat itu mengeluarkan izin HPL kepada pengembang PT Purna Bakti Jaya untuk mengelola lahan dan ruko tersebut selama 20 tahun.

Setelah masa pengelolaan itu habis, Pemkot Tangerang berkewajiban mengambil asetnya kembali setelah adanya pelimpahan aset antara Pemkab Tangerang dengan Pemkot Tangerang.
"Dasar kami punya HPL (Hak Pengelolaan Lahan) dan surat perjanjian dengan PT. Purna Bakti Jaya dan aset itu sudah diserahkan ke Pemkot Tangerang serta adanya surat pembatalan sertifikat (milik pemilik ruko-red) dari BPN (Badan Pertanahan Nasional)," ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Bantuan Hukum Pemkot Tangerang, Budi D. Arief mengatakan, Pemkot Tangerang saat ini sedang mengawal BPN yang digugat oleh pemilik ruko Permata Cimone ke Pengadilan Tata Usaha (PTUN). Sidang di PTUN sendiri sudah berjalan tiga kali. Gugatan yang dilayangkan pemilik ruko terkait sertifikat yang dikeluarkan BPN, namun secara sepihak kemudian dibatalkan BPN setelah diketahui ruko tersebut merupakan aset milik Pemkot Tangerang. "Kalau gugatan ke PTUN kami hadir sebagai pemilik aset, yang digugat itu BPN," ujarnya.

Terpisah, kuasa hukum pemilik ruko Permata Cimone, Zulyadin mengatakan, pihaknya akan melaporkan eksekusi pengosongan yang dilakukan Pemkot Tangerang, karena tidak adanya surat perintah pengadilan, dan hanya bermodalkan surat perintah pengosongan dari Dinas Pertanahan. Sementara BPN yang berwenangpun tak hadir dalam pelaksanaan pengosongan. "Pengosongan ini dilakukan sewenang-wenang oleh Pemkot Tangerang," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus sengketa lahan ini bermula dari saling klaim kepemilikan lahan dan ruko di tempat itu antara Pemkot Tangerang dengan pemilik ruko Permata Cimone. Pemkot Tangerang sendiri menegaskan lahan dan ruko Permata Cimone merupakan aset milik Pemkot Tangerang, yang pada saat itu diberikan ijin pengelolaan kepada pengembang PT Purna Bakti Jaya. Setelah masa perjanjian pengelolaan berakhir selama 20 tahun, lahan dan ruko itu kembali dimiliki Pemkot Tangerang.

Sementara itu, seluruh pemilik ruko mengklaim telah membeli ruko dari PT Purna Bakti Jaya dan ada yang memiliki sertifikat HGB dan Hak milik yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN). (mg-Ipul)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook