Puluhan Truk Overload Ditilang di Jalan Aat Rusli

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 15 November 2019 - 12:20:24 WIB   |  dibaca: 116 kali
Puluhan Truk Overload Ditilang di Jalan Aat Rusli

TIMBANG TONASE : Sejumlah petugas tengah melakukan penimbangan berat tonase truk angkutan barang saat razia gabungan, Kamis (14/11).

CILEGON, BANTEN RAYA – Sebanyak 53 truk angkutan barang terjaring razia petugas gabungan di Jalan Aat Rusli, Kota Cilegon, Kamis (14/11). Dari 53 truk itu, sebanyak 30 truk ditilang karena beban muatan melebihi batas tonase yang sebenarnya, dan sisanya ditilang karena tidak melengkapi surat-surat kendaraan.

Puluhan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Dishub Kota Cilegon dan Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Banten menggelar razia pukul 09.00 sampai 11.00 tepatnya di kilometer 0/500 Jalan Aat Rusli, dari arah Anyer menuju perempatan PCI.

Dalam razia tersebut petugas memberhentikan dan menimbang kembali truk yang melintas. Hasilnya puluhan truk kedapatan melebihi beban hampir 100 persen. Untuk truk yang seharusnya memiliki berat kotor 24 ton, ada yang memiliki muatan sampai 44 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Provinsi Banten Sucipto menjelaskan, mayoritas truk yang kelebihan muatan memuat batu, pasir, dan bahan galian. "Kendaraan barang rata-rata overload. Kelebihan beratnya cukup tinggi, seperti dumptruck sebenarnya total gross-nya 24 ton tapi mencapai 40 hingga 44 ton, hampir 100 persen.

Ada 30 unit kendaraan yang di tilang," katanya kepada wartawan Sucipto menyatakan, petugas hanya bisa memberikan sanksi tilang kepada pengemudi.“Agak sulit untuk memberikan tindakan tegas kepada perusahaan atau pengelolanya, karena secara perizinan menjadi kewenangan dinas lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pelanggaran Ditlantas Polda Banten Kompol Ketut mengungkapkan, selain merazia angkutan barang yang kelebihan muatan, pihaknya juga merazia angkutan barang yang tidak memiliki surat kelengkapan kendaraan. "Ada puluhan kendaraan kami tilang. Sebab, tidak lengkap SIM (Surat Izin Mengemudi) dan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan)," ungkapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook