Kerusakan KP3B Rp6,6 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 15 November 2019 - 12:28:43 WIB   |  dibaca: 86 kali
Kerusakan KP3B Rp6,6 Miliar

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten mencatat nilai kerusakan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) mencapai Rp6,6 miliar akibat hujan dan angin kencang, Rabu (13/11). Pemprov kini sedang mengkaji penggunaan dana tak terduga (TT) untuk pembiayai pemulihannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten E Kusmayadi mengatakan, pasca kejadian pihaknya langsung melakukan pendataan. Hasilnya, tercatat nilai kerusakaan yang timbul akibat peristiwa tersebut mencapai Rp6,6 miliar.

“Nilai kerusakannya itu Rp6,6 miliar, itu perkiraan besarannya. Nanti juga bisa dihitung ulang secara detail. Bisa bertambah atau bisa berkurang,” ujarnya di Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (14/11).

Ia menjelaskan, kerusakaan akibat cuaca ekstrem terjadi di 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Kerusakaan terparah terjadi di Kantor BPKAD dimana aulanya mengalami rusak berat.“Instansi vertikalnya ada BPS (Badan Pusat Statistik), kemudian juga Masjid Raya Albantani. Kalau yang di luar kawasan (KP3B-red) ada rumah sakit (RSUD Banten) hingga sempat dilakukan evakuasi dan Samsat Kota Serang,” katanya.    

Selain kerugian fisik bangunan dan fasilitas, hingga kemarin pihaknya belum menerima atau tak menemukan adanya korban jiwa atau luka-luka. “Tidak ada, tapi kendaran ada yang hancur, dua sampai tiga. Kemarin yang saya lihat (kendaraan) pribadi parkir di Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Terhadap kerusakaan tersebut kini pihaknya sedang fokus melakukan pemulihan. Penanganan sesegera mungkin perlu dilakukan agar pelayanan publik bisa tetap optimal. Untuk pembiayaan, pihaknya masih melakukan pengkajian apakah bisa menggunakan dana TT atau perlu ada alternatif lainnya.

“Masih dilakukan perumusan untuk melakukan upaya penyelesaian kerugian atau terdampak dan Insya Allah dilakukan langkah-langkah untuk penyelesaiananya, rehabilitasi dan rekonstruksi. Dana TT harus dinyatakan status darurat dulu, tapi kita carikan berbagai alternatif untuk pembiayaan pendanaannya,” tuturnya.

Disinggung apakah sudah ada menetapkan status siaga bencana, Kusmayadi mengaku pemprov belum menerbitkannya. Sebab, saat ini situasi sudah kembali normal. Meski demikian, BPBD terus melakukan koordinasi dengan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem.

 “Ke depan tentu akan memertimbangkan kalau memang berdasarkan analisis BMKG mungkin adanya potensi yang berdampak baru akan melakukan kesiapsiagaan. Di luar KP3B, paling parah terdampak itu di Kota Serang, tetapi terjadi juga di Kota Tangerang sehari sebelumnya,” ujarnya.

Sekda Banten Al Muktabar mengungkapkan, nilai kerusakan yang mencapai angka miliaran terjadi karena rekonstruksi fasilitas atau gedung terdampak harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan ketimbang hanya melakukan perbaikan kecil.“Di BKAD itu kita ganti sama atap-atapnya, bukan karena rusaknya tapi agar struktur menyeluruh bisa baik,” ungkapnya.

Sama seperti Kusmayadi, untuk pembiayaan pemulihan dirinya juga bersama jajaran sedang mengkaji kemungkinan penggunakan dana TT. Menurutnya, perbaikan harus cepat karena erat kaitannya dengan pelayanan publik.“Kita  sedang rumuskan formula pembiayaanya, kalau klasifikasinya bencana kita bisa menggunakan belanja TT. Atau coba kita lihat di dinas tersebut, biaya operasional atau apa. Makannya sedang saya review. Kalau rumah sakit karena dia BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kita lihat kasnya nanti, berapa yang bisa kita segera luncurkan untuk memerbaiki,” katanya.  

Lebih lanjut dipaparkan Al Muktabar, untuk status siaga bencana pemprov akan terlebih dahulu memantau perkembangan di Kabupaten dan Kota Serang sebagai daerah paling terdampak.
“Sedang melakukan itu dan membuatkan surat keadaan kebencanaan kita, kalau provinsi tentu ditetapkan oleh Pak Gubernur. Saya juga lagi cek ke Kabupaten dan Kota Serang, kita lihat seperti apa. Bupati/walikota juga menetapkan keadaan daruratnya agar kita bisa mengambil langkah-langkah prinsip kedaruratan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Provinsi Banten Komari memastikan, jaringan internet di KP3B kini sudah kembali normal. Pun demikian dengan jaringan di RSUD Banten yang dipulihkan kemarin.“Untuk di KP3B sudah tidak ada masalah internet. Untuk perbaikan, tidak bangun lagi tapi pakai menara di (gedung) KNPI Banten. Punya menara BTS (base transceiver station), kita perkuat dengan fiber optic,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho menuturkan, akibat hujan lebat dan angin kencang, plafon sejumlah ruang rawat inap di lantai dua mengalami kerusakan. Menghindari hal tak diinginkan, pihaknya mengevakuasi pasien sebanyak 15 orang ke ruang rawat inap lainnya yang dianggap aman.“Di evakuasi ke (ruang rawat inap di) lantai tiga dan dua. Untuk sekarang pelayanan sudah normal kembali,” tuturnya. (dewa)  

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook