40 Dosen Banten Ikut Sertifikasi Penulis Buku

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 18 November 2019 - 14:19:10 WIB   |  dibaca: 53 kali
40 Dosen Banten Ikut Sertifikasi Penulis Buku

UJI KOMPETENSI: Suasana Uji kompetensi atau sertifikasi penulis buku non fiksi dan editor BNSP, di gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Banten, Sabtu (16/11).

SERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 40 dosen Banten yang tergabung dalam keanggotaan Ikatan Dosen RI (IDRI) Banten mengikuti uji kompetensi/sertifikasi penulis buku non fiksi dan editor BNSP, di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten, Sabtu (16/11). Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi Banten), IDRI Banten, Lembaga Sertifikasi Profesi Penulis dan Editor Profesional (LSP PEP).

Uji kompetensi diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari perwakilan perguruan tinggi (PT) di Banten, Jakarta, Karawang, Bekasi, Bogor, dan Malang. Dari jumlah peserta yang mengikuti acara uji kompetensi ini 39 orang mengambil skema penulis buku non fiksi dan sebanyak 21 orang mengambil skema editor.

Ikapi Banten dalam kesempatan ini ditunjuk sebagai tempat uji kompetensi (TUK) oleh LSP PEP, sebagai satu-satunya LSP yang mendapatkan Lisensi BNSP untuk menaungi profesi penulis dan editor menerjunkan 7 orang asesor, termasuk 2 orang Asesor yang berasal dari Banten.  

Andi Suhud Trisnahadi selaku Ketua Ikapi Banten mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara uji kompetensi ini dilaksanakan. "Secara khusus kamu juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Perpuda Banten yang telah memberikan fasilitas tempat  pelaksanaan uji kompetensi.

Uji kompetensi ini sangat penting untuk bisa diikuti oleh para penulis buku, para dosen atau siapapun yang bergelut dengan dunia literasi. Standar kompetensi yang di miliki penulis menjadi indikator bahwa buku atau hasil karya tulisan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat secara profesional," ujarnya.

Andi menambahkan, Pemprov Banten harus ikut memperhatikan dan melibatkan Ikapi sebagai satu-satunya organisasi yang menangani dunia penerbitan dan perbukuan di Indonesia. "Pemprov Banten jangan menutup mata dengan keberadaan Ikapi. Mari kita bersinergi untuk membangun dunia perbukuan dan literasi yang kompetitif di Banten," katanya.

Pantia pelaksanaan Uji Kompetensi Khaeruman menambahkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk memberi kesempatan kepada para peserta mendapatkan pengakuan resmi atas profesi yang dijalankan dari negara. "Sebagaimana kita ketahui bahwa BNSP adalah instrumen negara yang memiliki kewenangan penuh untuk memberikan sertifkasi profesi kepada masyarakat," jelasnya.

Ketua IDRI Banten Achmad Rozi El Eroy mengatakan bahwa uji kompetensi ini sangat strategis diikuti oleh para penulis buku non fiksi, karena ke depan salah satu persyaratan untuk mendapatkan hibah buku ajar penulisnya harus bersertifkasi. "Kami sangat mengapresiasi atas keikutsertaan 40 anggota IDRI Banten yang mengikuti uji kompetensi. Semoga para anggota IDRI dapat lebih meningkatkan kualitas dan prodktivitasnya dalam menulis buku non fiksi, khususnya buku ajar," tegasnya.

Asesor Uji Kompetensi Penulis Buku Non Fiksi Khatib Mansyur dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Banten harus bangkit dari keterpurukan budaya literasi. Menurutnya, para penulis di Banten cukup banyak dan potensial, namun seperti tidak nampak karena koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah daerah belum signifikan, termasuk proyek buku nyaris tak ada. "Mereka berjuang secara mandiri atas kesadaran sendiri.

Semoga dengan kegiatan uji kompetensi ini membuka mata pemerintah daerah untuk lebih peduli dengan penggiat literasi dan menjadikan ini sebagai momentum kebangkitan para penulis di Banten," ujarnya. (*/tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook