Masih Kejar Kapal Nelayan, Jajaki Rute Wisata Jakarta-Tanjung Lesung

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 18 November 2019 - 14:42:20 WIB   |  dibaca: 88 kali
Masih Kejar Kapal Nelayan, Jajaki Rute Wisata Jakarta-Tanjung Lesung

PUJI FASILITAS : Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (dua dari kanan) berfoto dengan GM Tanjung Lesung Widiasmanto dan krunya, Sabtu (16/11).

PANDEGLANG - Nama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan era kabinet Presiden Joko Widodo jilid 1, Susi Pudjiastuti sulit hilang dari ingatan publik tak terkecuali bagi masyarakat Pandeglang. Penyebabnya tiada lain karena ketegasan Susi mencegah ilegal fishing dan aksi penenggelaman kapal pencuri ikan di perairan Indonesia.

Sabtu (16/11) pagi, untuk kali pertama setelah menyandang status mantan menteri, Susi landing dari pesawat pribadinya Susi Air di landasan pesawat kecil sepanjang 800 meter milik Tanjung Lesung di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang. Susi datang bersama sejumlah anggota keluarganya untuk berlibur dan disambut hangat oleh General Manager Tanjung Lesung Widiasmanto dan staf.

Setelah beristrahat sejenak dan berdiskusi ringan dengan pengelola Tanjung Lesung terkait kondisi laut dan perkembangan wisata pasca tsunami Desember 2018 silam, Susi mendatangi salah satu pantai indah di Tanjung Lesung yakni Bodur. Susi mendirikan kemah menunggu sunset.

Di pantai yang bersih dan berombak landai ini Susi dan keluarga pun bermain air menggunakan papan surfing sambil membuat vlog pribadi. “Ayo kunjungi Pantai Badur dan yang paling penting jangan bawa sampah,” kata Susi.

Menurut Susi, di Pantai Bodur matahari kelihatan sangat dekat. Pun demikian mata Susi tetap jeli terhadap sampah di pantai. “Saya lihat plastik masih ada satu dua namun dibanding pantai yang lain di sini lebih baik. Pantainya indah sekali,” jelasnya.

Minggu (17/11) pagi, Susi kembali bersiap mengeksplorasi Tanjung Lesung yang dikenal sebagai Sunset Of Java ini. Dengan menggunakan kapal wisata, Susi menjauh dari bibir pantai dan mendekati sejumlah kapal nelayan yang tengah mencari ikan. Kedatangan Susi sempat membuat kaget nelayan dan beberapa di antaranya hendak kabur.

Susi kemudian mengejar satu kapal nelayan dan setelah menepi Susi menjelaskan bahwa ia hendak memberikan bantuan perahu.“Saya kaget didekati dan seperti dikejar kapal. Ternyata Bu Susi mau bantu perahu,” kata Mulyani, nelayan yang ketiban rezeki di tengah laut.

Total ada lima kapal nelayan yang dibawa Susi sebagai bantuan bagi nelayan di sekitar Tanjung Lesung. Susi membagikan kapal secara langsung atau tanpa perantara dengan terlebih dahulu mengecek kondisi nelayan yang bersangkutan.

Salah satu kegiatan dalam liburan Susi kali ini adalah mengecek kondisi terumbu karang yang sempat rusak disapu tsunami. “Saya barusan melihat coral terumbu karang dan kondisiya sudah baik. Saya harapkan wisatawan yang datang bawa plastik, jangan pernah tinggalkan plastik di pantai. Kalau juga lihat sampah di pinggir pantai tolong diangkat. Nelayan-nelayan di sini jangan tangkap ikan pakai bom dan potasium jangan pula ngambil benih lobster. Biarkan benur tumbuh besar sehingga nilai ekonominya juga lebih besar,” demikian pesan Susi.

General Manager Tanjung Lesung Widiasmanto mengaku senang dengan kedatangan Susi Pudjiastuti dalam rangka liburan di Tajung Lesung setelah resmi tidak menjabat sebagai menteri KKP.“Kita bersyukur Tanjung Lesung dijadikan tempat berliburnya Bu Susi. Ternyata selain berlibur keluarga, beliau ada misi sosial yaitu menyumbangkan lima perahu nelayan kepada mereka yang terdampak tsunami yang dibagikan di Kawasan Sumur dan Tanjung Lesung,” kata Widi.

Widi menuturkan, hal yang sangat menggugah adalah aksi naik kapal Susi dari dermaga Tanjung Lesung ke tengah laut mencari nelayan yang menggunakan kapal yang sudah tua atau yang sempat rusak karena tsunami. “Dua di antara yang dapat bantuan itu satu merupakan mantan karyawan Tanjung Lesung yang keluar jadi nelayan dan satu lagi karyawan kami yang bapaknya nelayan.  Sifat membantunya (bantuan Susi Pudjiastuti-red) itu bukan seremoni di kantor pendopo atau kecamatan. Biasanya kan yang nerimanya siapa yang jadi korbannya siapa nanti dijual lagi, namun ini riil di lapangan,” beber Widi.

Masih kata Widi, hal yang membuat pihak Tanjung Lesung optimistis adalah rencana perusahaan penerbangan Susi Air membuka paket wisata Jakarta-Tanjung Lesung dengan pesawat berkapasitas 10-15 orang. “Dengan pesawat, jarak dari Jakarta ke Tanjung Lesung hanya hanya 30 menit saja.

Ke depan kami akan jadikan paket wisata ini dan akan kolaborasi dengan perusahaaan beliau. Kalau harga itu kami sudah mulai ketemu, harga mungkin bisa kurang lebih dua juta koma sekian. Paket ini bisa naik pesawat PP dan menginap di hotel kita menikmati fasilitas 2 hari satu malam. Kalau itu terealisasi tentu akan menambah varian akomodasi ke Tanjung Lesung,” pungkasnya. (Muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook