Pabrik HP Rekondisi Rp8,5 M Digerebek

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Senin, 18 November 2019 - 14:48:03 WIB   |  dibaca: 502 kali
Pabrik HP Rekondisi Rp8,5 M Digerebek

BERKAT LAPORAN WARGA : Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi (kedua dari kanan) didampingi Kasat Reskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung (ketiga dari kanan) menunjukkan barang bukti HP rekondisi, Minggu (17/11).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Tangerang menggerebek pabrik ponsel rekondisi di rumah toko (Ruko) Grand Boulevard Blok E Nomor 01/130, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Dalam pengerebekan itu, polisi berhasil mengamankan ribuan handphone (HP) merek Iphone dan dua tersangka berinisial R (25) dan WS (28).

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pabrik HP rekondisi ini berhasil dibongkar setelah Satreskrim Polresta Tangerang menerima laporan informasi dari warga. Pabrik ini sudah beroperasi selama dua bulan.

Namun untuk persiapan tempat sudah dilakukan tiga bulan yang lalu. “Info dari warga kami tindak lanjuti. Kemudian saat anggota Reskrim datang, ada beberapa pekerja sedang melakukan perbaikan-perbaikan HP,” kata Ade kepada wartawan di lokasi pabrik HP rekondisi, Minggu (17/11).

Setelah dilakukan interogasi terhadap para pekerja, lanjut Ade, HP yang sedang diperbaiki itu didapat dari proses impor dalam keadaan kondisi yang rusak. Kemudian di pabrik ini, dilakukan servis dan dibungkus kembali menyerupai kondisi HP baru. “HP ini dipasarkan melalui online. Mereka menjual HP per unit Rp 4 juta hingga Rp 8 juta,” ungkapnya.

Menurut Ade, setelah anggota Reskrim melakukan pendalaman, hingga saat ini pemilik pabrik  berinisial R dan WS belum bisa menunjukan bukti dokumen resmi impor HP tersebut. Kemudian, kedua pemilik pabrik juga tidak bisa memperlihatkan bukti surat izin perdagangan dan surat izin perindustrian. “Dalam kasus ini, kami menetapkan R dan WS sebagai tersangka yang bertanggungjawab dalam aktivitas di pabrik ini,” ujarnya.

Selain menetapkan kedua tersangka, kata Ade, pihaknya mengamankan 1.697 unit HP merek Iphone dari berbagai tipe. Selain itu, polisi juga mengamankan empat unit solder, satu alat servis, satu unit mesin pencetak IMEI, satu unit laptop, satu unit power supply, dan ratusan dus HP Iphone palsu. “Sehingga, nilai barang yang diamankan senilai Rp 8,5 miliar,” katanya.

Ade menambahkan, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis di antaranya Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan Pasal 3, 4, dan 5  Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang. "Ancaman hukuman untuk para tersangka di atas 5 tahun penjara," pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook