16 Kepala Daerah Dapat Penghargaan Kihajar

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 19 November 2019 - 11:56:09 WIB   |  dibaca: 91 kali
16 Kepala Daerah Dapat Penghargaan Kihajar

PENGHARGAAN: Suasana jumpa pers dalam pemberian penghargaan kepada kepala daerah se-Indonesia. Sebanyak 16 kepala daerah mendapatkan penghargaan Kihajar.

JAKARTA, BANTEN RAYA-Sebagai upaya memberikan apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah Kihajar, di Balai Kartini, Jakarta.

“Pada malam ini kita bersama-sama menyaksikan Anugerah Kihajar 2019. Kita juga akan memilih para kepala daerah yang sudah punya perhatian luar biasa dalam rangka menyiapkan putra dan putri daerahnya untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, pada malam Anugerah Kihajar tersebut, kemarin.

Penyelenggaraan Anugerah Kihajar tahun ini mengangkat tema Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital. “Dengan tema tersebut, tentu penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan juga memberi contoh bagi daerah-daerah lain agar teknologi informasi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kebudayaan yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kepala daerah yang tahu, peduli, dan mengantisipasi kebutuhan anak-anaknya adalah kepala daerah yang mempersiapkan putra-putrinya sebaik-baiknya, khususnya dalam memasuki era digital,” ujar Didik.

Hal senada diutarakan oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto, mengatakan, pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tetapi juga membutuhkan partisipasi pemerintah daerah dan dilakukan di semua sektor termasuk pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sektor penting dalam pembangunan manusia Indonesia. Partisipasi pemerintah daerah dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

“Selain untuk memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah KIHAJAR dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan,” ujar Gogot.

Para kepala daerah penerima Anugerah KIHAJAR ini terbagi atas 3 kategori yaitu utama, madya, dan pertama. Untuk kategori utama diraih oleh: (1). Badingah, Bupati Gunung Kidul; (2). Tri Rismaharini, Walikota Surabaya; dan (3). Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta. Untuk kategori madya diraih oleh: (1). I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung; (2) Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara; (3). Sutiaji, Walikota Malang; (4). Oded M. Danial, Walikota Bandung; (5). Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, dan (6). Hendrar Prihadi, Walikota Semarang.

Selanjutnya untuk kategori pertama diraih oleh: (1). Ismunandar, Bupati Kutai Timur; (2). Adnan Purichta Ichsan, Bupati Gowa; (3). Ashari Tambunan, Bupati Deli Serdang; (4). Aminullah Usman, Walikota Banda Aceh; (5). Benhur Tomi Mano, Walikota Jayapura; (6). Nadjmi Adhani, Walikota Banjarbaru; dan (7). Muhammad Thaher Hanubun, Bupati Maluku Tenggara. (*/satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook