Kasus DBD Naik Tiga Kali Lipat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 19 November 2019 - 12:18:49 WIB   |  dibaca: 41 kali
Kasus DBD Naik Tiga Kali Lipat

FOGGING: Petugas Dinas Kesehatan Kota Serang melakukan fogging (pengasapan) di rumah warga di Kelurahan Kasemen, Kecamatan Kasemen, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA- Kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) yang dicatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang hingga pertengahan November 2019 mencapai 170 orang. Grafik kasus penderitanya melonjak signifikan, atau naik tiga kali lipat bila dibandingkan tahun 2018 lalu yakni sebanyak 63 orang.

Kepala Dinkes Kota Serang Ikbal mengatakan, untuk menekan kasus penderita DBD di Kota Serang, Dinkes Kota Serang mengimbau masyarakat untuk melakukan 3M yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang-barang bekas.“Ini akan segera memasuki musim hujan, yang paling ekstrim itu adanya penyakit DBD. Bahkan sampai saat ini jumlahnya terus meningkat,” kata Ikbal ditemui di kantor Dinkes Kota Serang, Senin (18/11).

Ia menyebutkan, lonjakan kasus penderita DBD itu karena adanya nyamuk aedes aegypti yang disebabkan oleh adanya genangan air. Menurutnya hal itu juga terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia, karena adanya siklus lima tahunan. “Berdasarkan analisasa itu terjadi karena siklus lima tahunan, padahal kita ada musim kemarau, tapi nyamuk tetap ada, dan ini memang terjadi di semua daerah,” sebut dia.

Ikbal mengaku pihaknya melakukan beberapa upaya seperti menghadirkan juru pemantau jentik (Jumantik) atau relawan di setiap rumah.“Saat ini kita fokus agar setiap rumah punya jumantik, tugasnya memantau jentik, atau genangan air agar tidak ada, kalau pun ada pastikan itu tidak ada jentik,” jelasnya.

Ikbal meminta masyarakat agar melakukan upaya 3M karena hal itu merupakan salah satu solusi yang paling tepat untuk mengusir nyamuk atau jentik-jentiknya.“Ini yang paling efektif dan efisien itu terbukti di semua daerah, termasuk juga Kota Serang,” tutur Ikbal.

Namun bila nyamuk tersebut masih tetap ada, maka pihaknya akan melakukan solusi terakhir yaitu dengan melakukan fogging untuk membunuh nyamuk yang sudah ada. Bahkan fogging tersebut sudah dilakukan di beberapa tempat di Kota Serang.“Salah satunya tumbuhnya nyamuk karena air, jadi sumber tumbuhnya nyamuk itu di genangan. Belum lama ini juga sudah kita lakukan fogging. Kalau sudah krodit kita akan lakukan kembali,” jelas dia.

Walikota Serang Syafrudin terus mengajak masyarakat untuk menggerakkan hidup sehat (Germas). Hal itu dilakukan untuk menangkal timbulnya penyakit-penyakit yang ada di lingkungan Kota Serang.“Kami terus mengajak masyarakat untuk menerapkan hidup sehat dan bersih, ini sebagai langkah menangkal penyakit-penyakit yang biasanya timbul di masyarakat,” ujar Syafrudin. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook