Korban PT ADS Bakal Tempuh Jalur Hukum

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 19 November 2019 - 12:21:59 WIB   |  dibaca: 152 kali
Korban PT ADS Bakal Tempuh Jalur Hukum

MENGADU : 15 orang pelamar mengadukan dugaan penipuan oleh PT ADS kepada DB Lawfirm di Kecamatan Neglasari, (18/11) kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Sebanyak 15 orang korban dugaan penipuan PT Aero Dirgantara Service (ADS) mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) atau Kantor Pegacara Denni Sukowaty, Senin (18/11) kemarin. Mereka akan menempuh jalur hukum atas dugaan penipuan lowongan pekerjaan tersebut.

Salah seorang korban berinisial EI mengatakan, dirinya bersama korban lainnya sudah kehabisan kesabaran dengan PT ADS yang tak kunjung mengembalikan uang puluhan juta yang telah disetorkan ke perusahaan tersebut untuk melamar pekerjaan.

Oleh sebab itu, dirinya melakukan upaya hukum agar persoalan tersebut dapat diselesaikan ke ranah hukum. "Kami merasa Dirut PT ADS, Budi Darmawan sudah tidak ada itikad baik memenuhi tuntutan kami, bahwa kami merasa ditipu, sudah bekerja tiga bulan tidak mendapat gaji sesuai perjanjian, padahal uang yang sudah kami setorkan jumlahnya rata-rata Rp 20 juta," ujarnya.

Menurut EI, selama ini ia dan rekannya tidak mendapat kepastian terkait uang yang sudah disetorkan tersebut, terlebih penempatan kerja yang dijanjikan juga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan itu sendiri. "Selama bekerja tiga bulan, kami bahkan sempat digaji Rp 700 ribu, lebih rendah dari UMR, kerjanyapun tidak jelas, kalau ada panggilan baru kerja, kalau tidak ya nganggur di kosan tunggu panggilan kerja, " ujarnya.

EI berharap, dengan dikawalnya kasus ini oleh LBH, pihak PT ADS agar mau mengembalikan uang yang sudah mereka setor. "Tuntutan kami hanya satu, kembalikan uang kami. Kami butuh uang itu untuk bertahan hidup dirantau," ujarnya lirih.

Sementara itu, kuasa hukum 15 orang pelamar, Denni Sukowaty menyatakan, akan mengajukan somasi kepada Dirut PT ADS, Budi Darmawan. Langkah itu diambil sebagai bentuk peringatan kepada Dirut PT ADS untuk mau beritikad baik mengembalikan uang 15 orang pelamar. "Kalau somasi kami tidak digubris, kami segera laporkan ke pihak kepolisian agar diproses secara hukum, unsur pidananya jelas, penipuan,"  ujar Deny.

Deny mengatakan, tidak ada satupun aturan yang menyatakan sebelum melamar kerja harus membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dilamar. Oleh sebab itu, PT ADS dinilai telah menyalahi aturan hukum yang berlaku dengan meminta uang kepada pelamar kerja.

"Kami sudah cek di UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan di aturan mengenai outsorching, tidak ada aturan yang menyebutkan pelamar diharuskan membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dilamar.

Ini akal-akalan dari PT ADS saja untuk mencari keuntungan," tandasnya.Sementara itu, Dirut PT ADS, Budi Darmawan belum dapat dimintai tanggapannya terkait somasi yang akan dilayangkan kepadanya.  Pesan whatsapp yang dikirim belum direspons.(mg-Ipul).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook