Pemkab Putuskan Relokasi Pasar Baros

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 20 November 2019 - 13:13:45 WIB   |  dibaca: 101 kali
Pemkab Putuskan Relokasi Pasar Baros

BANGKIT KEMBALI : Para pedagang Pasar Baros merampungkan pembangunan kios tempat mereka berjualan yang terbakar belum lama ini, Selasa (11/11).

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana merelokasi Pasar Baros di tempat yang lain dan bukan di belakang pasar yang sekarang sesuai keinginan para pedagang. Rencana relokasi pasar dilakukan di tempat lain karena akan ada pelebaran jalan Raya Serang-Pandeglang yang diperkirakan akan memakan sebagian besar lahan Pasar Baros tersebut.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memastikan, Pemkab Serang akan menyiapkan pasar sementara bagi pedagang Pasar Baros yang tempat usahanya belum lama ini terbakar. “Pasar sementara lokasinya harus berbeda tidak di situ (pasar sekarang-red) karena nanti akan ada pelebaran jalan, pelebaran jalan sampai ke badan pasar,” ujar Pandji, Selasa (19/11).

Ia mengungkapkan, luas lahan Pasar Baros yang saat ini masih ditempati seluas kurang lebih 4.000 meter. Sedangkan lahan yang akan terambil untuk pelebaran diperkirakan mencapai 1.200 meter. “Artinya masih ada sisa lahan 2.800 meter, jelas tidak akan bisa menampung pedagang yang ada di pasar sana. Kalau menggeser ke belakang saya katakan itu jalur arteri utama,” katanya.

Pandji menjelaskan, jalan Raya Serang-Pandeglang merupakan jalan arteri utama yang menghubungkan antar dua simpul pertumbuhan Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang. “Jalan arteri utama atau jalan negara itu tidak boleh ada kegiatan-kegiatan yang bisa menimbulkan bangkitan kerumunan orang. Oleh karena itu, Pasar Baros akan kita relokasi,” tuturnya.

Ia tidak mempermasalahkan para pedagang yang membangun ulang kios-kios mereka yang sebelumnya hangus terbakar karena Pemkab Serang sampai saat ini belum menyiapkan pasar sementara. “Ada beberapa opsi yang akan kita siapkan nanti, kita punya lahan 1 hektar di Desa Sukasari atau kita ke jalan Jaha, pasar yang tempo hari tidak jadi, apakah akan kita sewa atau beli sekaligus untuk relokasi,” paparnya.

Untuk menghindari adanya pasar tandingan, pihaknya akan menjadikan lahan Pasar Baros yang saat ini masih di tempati menajdi perkantoran. “Yang namanya pedagang kalau direlokasi pasti menolak, dulu menolak karena dikenakan charge dengan harga mahal, sekarang kita usahakan kalaupun pindah tanpa biaya, kalau ada sifatnya administratif saja,” tuturnya.

Terpisah, salah seorang pedagang Pasar Baros Setiawan mengatakan, para pedagang Pasar Baros telah bulat menolak relokasi oleh Pemkab Serang jika tidak dilakukan di belakang pasar yang ada sekarang. “Dari dulu sampai sekarang pedagang Pasar Baros kalau mau ada relokasi jauh dari pasar yang sekarang karena kalau jauh dari pasar yang sekarang akan sepi,” katanya.

Pria yang dipanggil Iwan itu menilai, lahan yang berada di belakang pasar yang sekarang cukup strategis untuk relokasi pasar yang belum lama ini terbakar tersebut. “Insya Allah kalau direlokasi ke belakang tidak akan ada kemacetan lagi. Yang penting sediakan tempat angkot agar tidak mengantre di pinggir jalan. Kalau khawatir saya ngarang, silakan pemda tanya pedagang satu per satau pasti nolak kalau relokasinya jauh dari pasar yang sekarang,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook