Anak Tantang Bapak di Pilkades Tangerang

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 20 November 2019 - 13:19:39 WIB   |  dibaca: 236 kali
Anak Tantang Bapak di Pilkades Tangerang

RAMAI : Spanduk bapak dan anak yang merupakan calon Kades Daru terpasang di samping Stasion Daru, Kecamatan Jambe, Selasa (19/11).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Gelaran pesta politik arus bawah atau pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Tangerang akan digelar 1 Desember mendatang. Dari 153 Desa yang melaksanakan pilkades serentak, beberapa calon kepala desa petahana bakal kembali turun gelanggang untuk melanggengkan kekuasaannya.

Mulai dari calon kepala desa petahana yang melawan keluarganya sendiri, dan juga ada calon kades petahana yang melawan anaknya. Hal itu terjadi di Desa Daru, Kecamatan Jambe dimana calon kades nomor urut satu, Suharyo bersaing dengan anaknya, calon nomor urut dua Abdul Malik untuk merebut hati masyarakat. Berdasarkan informasi, awalnya di Desa Daru ada tiga calon kades, namun satu calon gagal melangkah tahapan berikutnya.

Camat Jambe Heru Ultari membenarkan, panitia pilkades Desa Daru sudah menetapkan dua pasangan kepala desa untuk merebut suara masyarakat Desa Daru. Kedua calon itu, yakni nomor urut satu Suharyo, yang merupakan kades petahana, dan nomor urut dua Abdul Malik. “Kedua calon kades daru merupakan anak dan bapak,” kata Heru kepada wartawan di Kantor Kecamatan Jambe, Selasa (19/11).

Menurut Heru, berdasarkan pantuan di lapangan, tahapan pelaksanaan pilkades di Desa Daru sudah berjalan dengan baik. Kendati pasangan calon merupakan ayah dan anak, keduanya tetap berlomba-lomba menarik simpati massa. Salah satunya sosialisasi lewat spanduk yang terpasang di setiap sudut desa. “Tahapan sosialisasi pilkades dimanfaatkan kedua calon kades daru untuk memasang spanduk yang dipasang di beberapa tempat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Heru juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Daru dan desa yang mengelar pilkades untuk meyalurkan hak pilihnya pada Minggu (1/12). Selain itu, Heru juga mengimbau para simpatisan kepala desa agar menahan diri tidak melakukan hal-hal yang bisa memancing pertikaian. ”Mari bersama-sama saling menjaga kedamaian. Supaya bisa mendapat pelajaran tentang politik yang sehat dan bermartabat,” harapnya.

Ditemui terpisah, salah seorang warga Desa Daru, Asep menyatakan, awalnya calon kades di Desa Daru ada tiga, namun panitia hanya memutuskan dua pasangan calon kades. Asep mengaku tidak tahu alasan panitia kades mengugurkan satu calon kades tersebut. “Prediksi saya, meski ada banyak calon kades Daru, tapi yang akan menang Pak Suharyo (calon nomor urut sat_red), karena pak Suharyo sudah teruji saat menjadi kades,” singkatnya.

Berbeda disampaikan Asep, warga Desa Daru lainnya, Jamal mengatakan bahwa sebagian masyarakat menginginkan ada banyak calon kades Daru yang ikut kompetisi agar bisa memilih yang terbaik pemimpin di desanya. Namun setelah ditetapkan hanya ada dua calon yang merupakan anak dan bapak, warga akhirnya mengikuti proses yang sudah ditentukan tersebut. “Ya mau tidak mau, kami harus memilih satu calon kades di antara dua calon itu,” katanya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook