Formasi Guru PAI Paling Diminati

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 21 November 2019 - 11:17:47 WIB   |  dibaca: 141 kali
Formasi Guru PAI Paling Diminati

VERIFIKASI : Petugas melakukan verifikasi berkas CPNS Kota Cilegon di Kantor BKPP Cilegon, Rabu (20/11).

CILEGON, BANTEN RAYA - Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di Kota Cilegon akan segera berakhir pada 24 November 2019. Formasi guru menjadi formasi yang paling banyak diminati oleh pelamar, khususnya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dari 27 formasi yang disediakan, hingga kemarin siang sudah ada 251 pelamar.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai (P3KP) pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Cilegon, Budhi Mustika mengatakan, total pelamar CPNS hingga kemarin siang sudah mencapai 2.850 orang. Jumlah tersebut didominasi untuk formasi guru. “Guru PAI itu formasi 27, pelamarnya sudah 251,” kata Budhi ditemui di Kantor BKPP Cilegon, Rabu (20/11).

Sementara untuk pelamar dokter gigi, dikatakan Budhi, dari satu formasi baru satu yang melamar. Semua formasi sudah terisi. “Tidak ada formasi yang tidak ada pelamarnya. Semua sudah ada pelamarnya,” terangnya.

Dikatakan, pendaftaran masih dibuka hingga Minggu (24/11). Budhi berharap agar para pelamar segera mengunggah berkas. Sebab, jika ada kesalahan masih bisa diperbaiki pada hari itu. “Ada juga yang upload (Unggah_red) hasil ijazah yang di-scan itu fotokopian, padahal yang kami minta itu ijazah asli di-scan lalu diunggah. Selain itu, ada juga NIK (Nomor Induk Kependudukan) tidak bisa untuk mengisi data pelamar, kita bantu untuk dibetulkan NIK-nya,” terangnya.

Selain adanya kesalahan unggah data, kata Budhi, ada juga yang melakukan pengisian biodata tidak sesuai dengan data scan yang diunggah. Ada juga yang mengisi di biodata IPK diatas 2,6, padahal di ijazah yang diunggah IPK kurang dari 2,6, itu otomatis gugur. Ada yang seperti itu, tapi tidak banyak. Kalau memang nilainya dibawah 2,6 itu otomatis gugur,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cilegon, Hayati Nufus mengatakan, sejak dibukanya pendaftaran CPNS 2019 sejak 11 November lalu, sudah ada sekitar 20 warga Cilegon yang mengurus pembersihan data Kartu Tanda Peneduduk Elektronik (KTP-El).

Pembersihan data KTP-el dilakukan lantaran beberapa NIK yang ada di KTP-El tidak bisa untuk melakukan registrasi dalam penerimaan CPNS 2019. “Kami dari Disdukcapil terbuka utnuk menerima laporan itu. Ketika ada yang melapor, dalam waktu 1x24 jam kami bersihkan datanya dan kemudian ketika NIK dipakai untuk mendaftar CPNS sudah bisa digunakan,” ucapnya.

Ia menambahkan, adanya NIK yang tidak bisa digunakan untuk melamar CPNS, justru orang yang jarang memerbarui data KTP-El, karena memang tidak ada perubahan status, perubahan alamat, atau perubahan data lainnya. “Justru yang seperti itu biasanya orang data KTP-El-nya tidak diubah-ubah. Tapi itu tidak menjadi masalah, karena dalam waktu 1x24 jam sudah bisa normal setelah ada pembersihan data dari kita,” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook