Kota Serang Raih Penghargaan Swasti Saba Padapa

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 21 November 2019 - 15:03:38 WIB   |  dibaca: 56 kali
Kota Serang Raih Penghargaan Swasti Saba Padapa

SERANG - Kota Serang untuk pertama kalinya meraih Penghargaan Swasti Saba Padapa atas kebersihan dalam menyelenggarakan kabupaten/kota sehat tahun 2019, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MEN-KES/664/2019 untuk klasifikasi taraf pemantapan yang diterima langsung oleh Walikota Serang Syafrudin di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (19/11).

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, penghargaan yang diterima Kota serang ini menunjukan Ibukota Provinsi Banten saat ini sudah selangkah lebih maju dalam hal kebersihan dan kesehatan.“Alhamdulillah, kami dapat penghargaan yang luar biasa ini. Dan ini baru pertama kali Kota Serang mendapatkan penghargaan ini”, ujar Syafrudin.

Selama ini, untuk mewujudkan Kota Serang sebagai kota sehat, Pemkot telah melakukan beragam upaya diantaranya yaitu membentuk Forum Kota Serang Sehat yang dimotori para sesepuh masyarakat Kota Serang yang sudah berjalan dengan baik.

Peran Forum Kota Serang Sehat sebagai lembaga yang tumbuh dari masyarakat sangat penting guna mewujudkan Kota Serang sehat. Secara kelembagaan telah terbentuk satu forum Kota Serang Sehat untuk tingkat Kota Serang dan enam forum komunikasi kecamatan sehat dan pokja kelurahan sehat di sebagian kelurahan. Selain itu, Pemkot juga membuat bank sampah di setiap kelurahan yang membuahkan hasil yang luar biasa.

Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, diraihnya penghargaan ini merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kota Serang. “Ini berangkat dari sebuah kebersamaan seluruh OPD dan masyarakat serta peran Forum Kota Serang Sehat,” ujarnya. Ia berharap diraihnya penghargaan Kota Serang sebagai Kota Sehat ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Dengan begitu, akan tercipta Kota Serang yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, prestasi atau penghargaan bukan tujuan tapi hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Ia berharap dengan mendapatkan prestasi kota sehat ini sebagai langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya. Nanang mengatakan, momen pemberian penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali.

Di tahun pertama penilaian di tingkat Provinsi Banten, dan tahun kedua penilaian di tingkat nasional. “Hasil ini tentu saja diperoleh dari seluruh penyelenggara pemerintah daerah dan stake holder masyarakat Kota Serang,” tuturnya.

Fungsi Pemkot membuat aturan yang dapat mewujudkan Kota Serang yang sehat,aman, dan nyaman. “Jadi baru dua tatanan dari sembilan tatanan. Kami ingin meningkatkan tatanan itu sehingga mencapai derajat yang lebih bagus lagi,” ujar Nanang.

Dua tatanan yang diajukan untuk penilaian yaitu tatanan 1 yakni kawasan permukiman dan sarana prasarana unum dan tatanan 8 yakni kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri.
Ketua Forum Kota Serang Sehat Embay Mulya Syarief mengaku bersyukur setelah tujuh tahun berupaya, Kota Serang akhirnya mendapat Penghargaan Swasti Saba Padapa. “Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk mendapat penghargaan berikutnya yang terbaik bagi Pemkot Serang terutama para kepala OPD dan seluruh elemen masyarakat Kota Serang untuk mewujudkan Kota Serang yang bersih, sehat,aman, dan nyaman,”ujarnya.

Penghargaan Swasti Saba Padapa ini tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2005 Nomor 1138/MEN-KES/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat disebutkan setiap dua tahun sekali kabupaten/kota sehat yang memenuhi kriteria yang ditetapkan diberikan Penghargaan Swasti Saba.

Untuk kategori Penghargaan Padapa diberikan kepada kabupaten/kota sehat pada taraf pemantapan dengan kriteria sekurang-kurangnya memilih dua tatanan sesuai dengan potensi sumber daya setempat, sekurang-kurangnya mencangkup 51-60 persen kecamatan, tiap tatanan melaksanakan 51-60 persen dari semua kegiatan termasuk lembaga masyarakat, serta tiap kegiatan dapat dipilih sekurang-kurangnya satu indikator program atau kesehatan dan satu indikator yang tersedia. (Adv)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook