Dindikbud Kaji Sejarah Peradaban Banten

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 22 November 2019 - 11:43:44 WIB   |  dibaca: 311 kali
Dindikbud Kaji Sejarah Peradaban Banten

PEMBINAAN: Suasana pembinaan dan sosialisasi terkait dengan cagar budaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Sejarah menulis bahwa Banten memiliki peradaban dari masa jaman megalithikum sampai masa kolonial belanda. Hal tersebut diungkapkan Ujang Rafiudin,  Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, saat menghadiri Pembinaan dan Sosialisasi Kesadaran Masyarakat Terhadap Cagar Budaya di Banten.Menurutnya, Banten memiliki beragam corak budaya yang tersebar di berbagai kabupaten/kota dari ujung barat, hingga ujung timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi DKI dan Jawa Barat.

Adanya peradaban Banten, kata Ujang, dapat dibuktikan sesuai dengan yang sejarah menyebutnya dengan bermacam sebutan, antara lain benda kuno, benda antic, benda purbakala, monument dan peninggalan arkeologi."Kegiatan ini ini salah satunya bertujuan untuk memberikan kesadaran masyarakat terhadap cagar budaya Banten," katanya, kemarin.

Ia menjelaskan, istilah benda cagar budaya dipakai sejak tahun 1992, yaitu dengan asasnya Undang-undang RI No.5 Tahun 1992, tentang benda cagar budaya. Kini Undang-undang No.5 Tahun 1992, telah diganti menjadi Undang-undang No. 11 Tahun 2010, tentang cagar budaya yang cakupan isinya lebih meluas, tidak hanya mengacu pada objek atau bangunan.

"Tetapi juga perlindungan cagar budaya juga akan dilakukan pada lingkup situs maupun kawasan. peran pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, diharapkan dan diwajibkan melakukan perlindungan tersebut," ucapnya.

Menurutnya, benda cagar budaya memiliki sifat unik, langka, rapuh, tidak dapat diperbaharui, tidak bisa digantikan oleh teknologi dan bahan yangs sama, serta penting artinya kerena merupakan bukti aktivitas manusia masa silam.

Oleh karena itu, lanjut Ujang, dalam penanganannya harus extra hati-hati dan diupayakan tidak terjadi kesalahan yang bisa mengakibtkan kerusakan dan perubahan pada benda cagar budaya tersebut."Perubahan yang terjadi sekecil apapun akan menyebabkan dampak yang mengurangi nilai yang terkandung didalamnya. Karena tinggalan benda cagar budaya dapat memberikan gambaran tentang tingkat-tingkat kemajuan dalam kehidupan sosial ekonomi, pemukiman, penguasaan teknologi, kehidupan religi dan lain-lain," ungkapnya.

Ia menambahkan, demi menjaga dari hilangnya benda-benda sejarah serta keterancaman dan keruskan yang ditimbulkan, maka tugas peran pemerintah adalah mendata dan mencatat segala temuan benda-benda tersebut agar dapat terlindungi secara fisik dan mempermudah tim ahli arkeologi dalam memproseseas dan mengkaji sumber data informasi yang menyangkut sejarah dan budaya masyarakat setempat. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook