Mortir Sisa Perang Dimusnahkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 22 November 2019 - 11:54:32 WIB   |  dibaca: 38 kali
Mortir Sisa Perang Dimusnahkan

DIMUSNAHKAN: Anggota Brimob Polda Banten mempersiapkan barang bukti bom, dinamit dan petasan untuk dimusnahkan di Desa Guradog Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Kamis (21/11).

SERANG, BANTEN RAYA- Puluhan mortir sisa perang temuan satuan Penjinak Bom (Jibom) pasukan Gegana Korbrimob Polri dan 100 dinamit serta 200 buah petasan dimusnahkan dengan cara diledakan dan dibakar oleh Brimob Polda Banten, di Desa Guradog Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Kamis (21/11).

Dansat Brimob Polda Banten Kombes Reza Heras Budi membenarkan jika pihaknya melaksanakan pemusnahan barang bukti bahan peledak milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dan bom militer temuan gegana dari beberapa wilayah di Banten."Barang bukti dari Kejari Lebak ada 100 buah dinamit, kemudian 20 buah mortir militer dan 10 dus petasan," katanya kepada Banten Raya.

Menurut Reza, pemusnahan dengan cara meledakkan benda berbahaya itu demi menjaga keamanan bersama. Meski benda-benda itu sangat berbahaya, namun karena diledakkan oleh ahli-ahli bom yang dimiliki Brimob, agenda itu berjalan dengan aman."Teknik yang kita gunakan ada dua, yaitu teknik disposal (ledakan) dan tehnik burning (pembakaran). Alhamdulillah berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, dalam pemusnahan itu pihaknya menerjunkan 15  personel dari anggota Satbrimob Polda Banten dan 16 personel dari anggota satuan Jibom Pas Gegana Korbrimob Mabes Polri."Proses peledakan bom dan pembakaran petasan itu, dilakukan oleh anggota kami dibantu dari Jibom Korbrimob Polri," ungkapnya.

Untuk diketahui pada tahun 2017 lalu, tim Gegana Brimob Polda Banten berhasil mengamankan sebuah amunisi militer jenis proyektil MBT (Main Battle Tank) ditemukan warga di kawasan Pelabuhan PT Pelindo II, Bojonegara, Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang.

Mortir tersebut ditemukan oleh warga di sebuah kubangan saluran pembuangan air di kawasan Pelindo II. Proyektil jenis MBT itu diketahui masih dalam keadaan aktif, meski begitu di dalam proyektil tersebut berisi air lantaran lama terpendam.

Proyektil itu memiliki panjang 60 centimeter dan berdiamter 15 centimeter dengan berat 20 kilogram itu diduga bekas perang dunia kedua. Sebab di lokasi itu dipercayai terdapat kapal perang milik Amerika, Jepang, dan Inggris yang tenggelam di sana. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook