DP3AKKB Banten Launching Simanis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 22 November 2019 - 11:55:38 WIB   |  dibaca: 99 kali
DP3AKKB Banten Launching Simanis

LAUNCHING: Kepala DP3AKKB Banten Sitti Ma’ani Nina sambutan saat peluncuran Simanis, di Pendopo Gubernur, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada perempuan dan anak di Provinsi Banten, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten meluncurkan aplikasi sistem informasi menangani pengaduan kekerasan (Simanis).

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asda III Pemprov Banten Samsir menyampaikan apresiasi yang baik atas pelaksanaan peluncuran inovasi program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang didalamnya terdapat aplikasi Simanis dan Gerakan Kaibon.

Ia menjelaskan, aplikasi Simanis merupakan inovasi program perlindungan perempuan dan anak, sebagai golongan rentak terhadap tidak kekerasan. Melalui aplikasi Simanis yang digagas oleh DP3AKKB Banten, semoga dapat memberikan kemudahan akses serta memperluas jangkauan dalam upya proses pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Gerakan Kaibon sendiri adalah gerakan yang mendorong kreativitas serta inovasi perempuan dan anak di Banten. Dimana gerakan ini sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam mewujudkan kawasan wisata Banten lama menjadi kawasan wisata religi yang bersih, moderen dan jauh dari kesan kumuh. Saya menilai perubahan pila pikir masyarakat juga sangat penting untuk dilakukan bagi masyarakat sekitar kawasan Banten Lama," ucapnya, kemarin.

Senada disampaikan oleh Sitti Ma'ani Nina, aplikasi Simanis merupakan salah satu upaya dan bukti nyata bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Banten sangat konsen untuk melakukan perlindungan perempuan dan anak di Banten. Dengan adanya aplikasi Simanis, lanjut Nina, maka Pemprov Banten mampu dengan cepat untuk segera merespons aduan yang masuk terkait tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak harus segera ditangani dengan tuntas. Tidak hanya itu, kami juga berupaya terus untuk melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.

Masih kata Nina, untuk Gerakan Kaibon merupakan salah satu gerakan yang dilakukan DP3AKKB, Universitas Banten Jaya dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat yang berada di kawasan Banten lama agar mampu mengubah pola pikir dan prilaku masyarakat di kawasan Banten Lama."Semoga dengan adanya Gerakan Kaibon sebagai suatu gerakan yang dimotori oleh perempuan dan anak, dapat menunjang proses pencapaian kesejahteraan perempuan dan keluarga," imbuhnya. (satibi/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook