2020, KRL Sampai Serang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 22 November 2019 - 12:00:40 WIB   |  dibaca: 81 kali
2020, KRL Sampai Serang

KUNJUNGAN: Deputy Executive Vice Presiden PT KAI Daop 1 Bidang Teknis dan Operasional Sofyan Hasan saat kunjungan ke Stasiun Walantaka, Kota Serang, Kamis (21/11).

SERANG, BANTEN RAYA- Layanan Commuter Line atau kereta listrik (KRL) ditargetkan sudah bisa sampai ke Serang pada 2020 mendatang. Untuk tahap awal, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan membangun elektrifikasi perpanjangan jalur dari Stasiun Rangkasbitung ke Stasiun Serang.

Deputy Executive Vice Presiden PT KAI Daerah Operasi 1 Bidang Teknis dan Operasional Sofyan Hasan mengatakan, berdasarkan rencana kerja pihaknya ditargetkan ada penambahan jalur layanan KRL. Jika sebelumnya hanya sampai Stasiun Rangkasbitung, kini akan diperpanjang hingga Stasiun Serang.

“Jadi rencana KRL tahun depan sudah sampai Serang. Masyarakat Serang ke sini, (stasiun) Jambu, Catang dan lain lain bisa dilayani KRL,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Stasiun Walantaka, Kota Serang, Kamis (21/11).

Ia menuturkan, kondisi rel kereta dari Stasiun Rangkasbitung hingga Serang yang masih satu lajur bukan suatu kendala. KRL masih bisa dioperasikan mesti lajur yang tak berbasis double track atau lajur ganda.

“Setahu saya trek yang ini akan diganti dulu semuanya. Enggak masalah satu track. Contoh, masih ada di kita di (Stasiun) Citeras sampai rangkas masih satu track, yang satu belum selesai, itu bisa dioperasikan,” katanya.

Ia mengaku, belum mengetahui apakah ke depannya akan diberlakukan lajur ganda atau memertahakan lajur tunggal. Sebab, hal itu erat kaitannya dengan kebijakan dari pemerintah. Adapun  yang kini menjadi fokusnya adalah program elektrifikasi dari Stasiun Rangkasbitung ke Stasiun Serang.

“(Soal rencana lajur ganda) saya tidak tahu itu, yang pasti elektrifikasi dulu. Kita juga tahu bahwa tahun depan rencana bikin elektrifikasi baru sampai Serang. Kalau pengerjaan elektrifikasi gampang, cepat itu, tinggal pasang tiang. Sebentar jadi, enggak sampai enam bulan lah. Tahun depan mungkin bisa operasi,” ungkapnya.

Disinggung apakah nantinya KRL ini bisa sampai Stasiun Merak, Sofyan mengaku hal itu masih butuh pertimbangan matang. Salah satunya adalah jumlah pengguna kereta dari Stasiun Merak. Saat ini, jumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Merak ke Stasiun Serang atau Rangkasbitung sebanyak 10 trip pulang pergi.“Rata-rata satu kereta itu, satu gerbong itu 160 penumpang kali delapan baru 800. 800 kali 10 (kereta) baru 8.000 orang yang naik kereta,” tuturnya.

Kembali ditanya jika KRL tak bisa sampai Stasiun Merak apakah pihaknya akan memberlakukan kereta jarak jauh ke stasiun tersebut, dia membantahnya. Saat ini, PT KAI mengarahkan nantinya layanan itu bisa cukup menggunakan KRL.“Dari Merak ke Jawa kita sudah mengarah ke dunia bahwa nanti masyarakat sekitar yang mau dari Rangkas ke Jakarta mau naik kereta jarak jauh cukup naik KRL,” ujarnya.

Terkait rencana PT KAI tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengaku belum mengetahuinya secara lengkap. Informasi yang diterimanya saat ini baru dilaksanakan studi lajur ganda dari Stasiun Rangkasbitung ke Stasiun Serang.

“Saya belum dapat info lengkap dari Ditjen Perkeretaapian Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Info yang saya terima baru studi double track Rangkasbitung-Serang. Tahun 2020 atau 2021 kegiatan peningkatan jalan Rangkasbitung-Serang,” jelasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook