Ciptakan Sekolah Aman, Guru Diminta Peka

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 22 November 2019 - 12:09:21 WIB   |  dibaca: 65 kali
Ciptakan Sekolah Aman, Guru Diminta Peka

MEMBERI PENJELASAN: Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Tarkul Wasyit memberikan penjelasan terkait undang-undang perlindungan anak kepada peserta sosialisasi, Kamis (21/11).

SERANG - Ancaman kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak tidak hanya terjadi di luar sekolah. Ancaman kekerasan juga kerap terjadi di dalam ruang lingkup sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak.

Bertempat di aula Tb. Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (21/11), puluhan guru dan kepala sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti kegiatan sosialisasi undang-undang perlindungan anak dari tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang diselenggarakan Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang.

Kegiatan yang dibuka oleh Sekda Pemkab Serang Tb Entus Mahmud Sahiri bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para guru dan kepala sekolah (kepsek) akan pentingnya menciptakan suasana lingkungan yang aman bagi peserta didik di lingkungan sekolah mereka. Kepsek dan para guru dituntut untuk menjalankan perannya sebagai pembimbing, pelindung, dan contoh bagi para siswa.

"Kita menyadari kekerasan terhadap anak di Kabupaten Serang ini masih sangat memprihatinkan. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru dan kepala sekolah bisa menyadari pentingnya perlindungan terhadap anak terutama di sekolah," ujar Entus.

Perlindungan anak, menurut Entus harus dimaknai secara luas dan para guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu kepada peserta didik namun juga harus memberi teladan kepada para siswanya. "Anak-anak harus dilindungi fisiknya, mentalnya serta hak-hak anak di dalam sekolah harus dipenuhi. Kepsek harus peka jika melihat siswa atau guru yang sikapnya mencurigakan," imbaunya.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DKBP3A Kabupaten Serang Iin Adillah mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Serang yang berhasil ditangani P2TP2A pada tahun ini telah mencapai 63 kasus. "Yang paling tinggi kasusnya di Kecamatan Cikeusal, Cinangka, dan Ciruas," ujarnya.

Adapun pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa namun juga dilakukan oleh anak-anak yang menjadi teman bermainnya baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. "Rata-rata pelakunya orang dekat termasuk guru dan paling banyak kekerasan seksual," katanya. (TANJUNG)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook