35 Ton Solar Ilegal Diamankan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 22 November 2019 - 12:17:02 WIB   |  dibaca: 183 kali
35 Ton Solar Ilegal Diamankan

DIUSUT POLAIR : Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksamana Pertama NS Embun meninjau muatan solar ilegal Kapal Noah 99, Kamis (21/11).

CILEGON, BANTEN RAYA - Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia berhasil menggagalkan perdagangan 35 ton solar ilegal yang diangkut oleh Kapal Tangker Noah 99, Selasa (19/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat ditangkap, Tangker Noah 99 sedang mentransfer solar ke kapal tugboat TB Momentum 8  di perairan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, Kapal Belut Laut milik Bakamla RI seperti biasa melakukan patroli rutin di sekitar perairan Bojonegara. Saat itu, ada dua buah kapal yang sedang menempel dan dicurigai melakukan aktivitas ilegal.

Saat berusaha didekati, kapal tugboat yang menempel pada Kapal Noah 99 mencoba kabur. Petugas Bakamla kemudian melakukan pemeriksaan kepada awak Kapal Noah 99. Saat dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut ternyata tidak memiliki dokumen muatan.

Petugas Bakamla kemudian menggiring Kapal Noah 99 ke jetty dermaga milik PT Golden Key di Desa Argawana, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Rabu (20/11) dini hari. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan muatan solar sebanyak 35 ton di dalam kapal jenis tangker tersebut. Meskipun dokumen kapal lengkap, namun awak kapal tidak bisa menunjukan dokumen muatan kapal.

Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksamana Pertama NS Embun mengatakan, saat diamankan, kapal tersebut baru saja menjual solar ke kapal tugboat. “Kapal tugboat belum kita ketahui namanya, sempat kita buru tapi kabur. Tapi, nanti hasil penyidikan akan ada titik terang,” katanya.

Kapal Noah 99, kata Embun, biasa beroperasi di sekitar Perairan Cilegon dan Bojonegara. Dalam Kapal Noah 99, ada enam awak yang turut diamankan. “Kasus ini akan kami limpahkan ke Polair Polda Banten. Ini melanggar Undang-Undang Migas,” terangnya.

Di Indonesia, lanjut Embun, selama 2019 ada 24 kasus kejahatan laut yang ditanganinya. “Ada BBM ilegal ada ilegal loging, dan kasus lainnya. Kita hanya melakukan pemeriksaan awal, nanti kita limpahkan ke Polair disitu akan diketahui BBM itu sumbernya dari mana,” katanya.

Ditemui di Jetty Golden Key, Kapten Kapal Noah 99 Hasan Basri mengatakan, operasional Kapal Noah 99 di sekitar Perairan Bojonegara baru sekitar tiga bulan terakhir. Ia biasanya menjual BBM ke kapal-kapal besar seperti Kapal Ferry, Tugboat, ataupun Kapal Vessel. “Saat ini yang kita bawa 35 ton saja. Kapasitas kapal mah 150 ton muat," ujarnya.

Hasan mengaku tidak mengetahui pasti terkait dokumen muatan. “Saya hanya menjalankan kapal saja, yang ngurus dokumen-dokumen itu ada di darat. Ini di Cilegon baru tiga bulan, dulu kita jualan di Samarinda tidak pernah ada masalah,” katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook