Jelang Tahun Baru, Daging Ayam Jadi Sorotan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 22 November 2019 - 12:19:30 WIB   |  dibaca: 80 kali
Jelang Tahun Baru, Daging Ayam Jadi Sorotan

MASIH AMAN : Inspektur II Kemendag Etti Susilowaty ditemani Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso melihat stok beras di gudang Bulog Sub Divre Serang, Kamis (21/11).

SERANG, BANTEN RAYA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan perhatian khusus terhadap komoditas daging ayam ras pada pasar di Provinsi Banten. Sorotan diberikan karena komoditas tersebut dinilai berpotensi mengalami kenaikan cukup tinggi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Demikian terungkap dalam hasil rapat koordinasi Kemendag dengan Pemprov Banten di Aula Sekretariat Daerah Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (21/11).

Inspektur II Kemendag Etti Susilowaty mengatakan, secara umum hasil pantauannya harga komoditas pokok di sejumlah titik masih dalam kondisi stabil. Terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga namun masih dalam batas wajar karena permintaan naik peringatan maulid nabi. “Hasil tadi pantauan kita di pasar Alhamdulillah pada prinsipnya stabil, stok tersedia, cukup. Semua komoditas, telur ada sedikit (kenaikan) tapi tidak signifikan, untuk yang beras dan lainnya stabil,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski dalam kondisi stabil namun pihaknya tetap memberikan perhatian khusus untuk komoditas daging ayam ras. Pihaknya memprediksi, komoditas itu berpotensi mengalami kenaikan harga yang signifikan jika tak dilakukan pemantauan.

Sebab, tahun-tahun sebelumnya permintaan daging ayam ras menjelang dan periode nataru meningkat cukup tinggi.“Yang jadi perhatian daging ayam ras, karena permintaan. Yang lain stoknya aman, dari Bulog itu (stok beras) aman sampai delapan bulan ke depan,” katanya.    

Untuk mengantisipasinya, kata dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan harga bersama pemerintah daerah. Pantauan akan dilakukan setiap hari dan hasilnya langsung diterima oleh Kemendag. Jika menemukan kenaikan tak wajar maka pihaknya akan melakukan penetrasi seperti menggelar operasi pasar.“Ada pantauan, itu rutin setiap hari, setiap informasi harga masuk ke kami minimal pada pukul 10.00 WIB. Makannya minta ke daerah informasi yang valid, sehingga kita bisa tahu mana yang bisa di antisipas agari tidak sampai naik signifikan,” ungkapnya.  

Lebih lanjut dipaparkannya, agar harga komoditas pokok tetap terjaga, pihaknya telah membentuk tim gabungan baik dari Kemendag, pemerintah daerah dan Bulog. Tim akan kembali melakuakn penetrasi pasar jelang nataru. “Nanti kita pada minggu ke dua Desember ada penetrasi pasar. Ada tim gabungan dari daerah yang turun ke lapangan pantau harga. Kira-kira ada kenaikan sedikit kita langsung kita tindak lanjuti,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten adapun harga sejumlah komoditas pokok per 19 November sebagai berikut. Cabai merah biasa Rp32.167 per kg, turun dibanding periode 11 November sebesar Rp39.143 per kg.

Harga telur ayam ras periode yang sama Rp22.667 per kg atau turun dari Rp22.857 per kg akan tetapi masih berada di atas harga normal senilai Rp22.000 per kg. Daging ayam ras Rp36.883 per kg, naik dari Rp35.429 per kg. Sementara harga beras medium per19 November Rp9.367 per kg atau masih di bawah harga eceran tertinggi di angka Rp9.450 per kg.   

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Banten E Supriadi menyakini, tidak akan terjadi kenaikan harga komoditas pokok menjelang nataru. Hal itu lantaran dari pantauannya, stok yang tersedia baik di pasar, gudang maupun Bulog masuk kategori aman.  “Kaitannya dengan kebutuhan masyarakat pasokannya aman. Sekarang harga sedikit naik karena permintaan dari bulan maulid yang menjadi tradisi,” ujarnya.

Kepala Bulog Sub Divre Serang Fahrurozi mengatakan bahwa stok beras untuk wilayah Jakarta dan Banten saat ini dalam kondisi melimpah. Bahkan ia mengklaim stok yang ada akan mampu bertahan untuk memenuhi kebutuhan sampai dengan delapan bulan ke depan."Stok kita ada 360.000 ton untuk DKI Jakarta dan Banten," kata Fahrurozi.

Fahrurozi mengungkapkan bahwa sampai saat ini bulog masih melakukan stabilisasi harga mendekati hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru stabilisasi harga dilakukan dengan cara offline dan online. Melalui offline, bulog menjual bahan pangan melalui Rumah Pangan Kita yang dibentuk melalui distributor. Melalui chanel online kami membuat aplikasi panganandotcom yang bekerja sama dengan Shopee."Nanti yang beli di panganandotcom langsung dikirim ke rumah," katanya. (tohir/dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook