Tiga Hal Kekurangan Beusi Lebak Dipenuhi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Sabtu, 30 November 2019 - 14:22:11 WIB   |  dibaca: 113 kali
Tiga Hal Kekurangan Beusi Lebak Dipenuhi

PAMARAYAN – Ada tiga hal yang menjadi catatan dan saran tim juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang untuk warga RW 04, Kampung Beusi Lebak, Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan. Makanya, warga kampung ini tengah berusaha memenuhinya. Warga kembali mempersiapkan kampungnya untuk dinilai lagi, 10 Desember nanti.

Kekurangan kampung ini saat penilaian tahap pertama adalah tong sampah, pemagaran, dan penghijauan. Saat Radar Banten mengunjungi Beusi Lebak, Jumat (29/11), lingkungannya sudah tampak tertata. Di sepanjang masuk kampung ini telah dilengkapi dengan pagar dan tong sampah. Tiap rumah warganya pun telah berpagar.

Ketua RT 19 RW 004, Kampung Beusi Lebak, Sampir mengaku bahwa penataan lingkungan dilakukan oleh warga secara gotong royong. “Alhamdulillah, kami sudah siap. Semua sudah disiapkan, termasuk tanaman bonsai kelapa,” ujarnya saat berbincang dengan Radar Banten.

Sampir menjelaskan, bonsai kelapa melengkapi hampir semua rumah warganya. Bonsai kelapa telah lama menjadi mata pencarian di Beusi Lebak. Dari sekira 90 kepala keluarga (KK) di kampung ini, 10 KK di antaranya merupakan penanam bonsai kelapa. Warga membutuhkan waktu tak kurang dari 1,5 tahun untuk menghasilkan pohon kelapa kerdil ini. Kini, tanaman tersebut telah dipasarkan ke berbagai kota hingga ke luar Banten. Kampung ini memiliki kelompok penanam bonsai kelapa.

“Pemagaran berjalan tinggal sedikit lagi. Kalau tong sampah mah paling banyak pakai bekas ember cat 25 kilogram,” katanya. “Terakhir, kita siapkan penyambutan tim juri seperti pemasangan umbul-umbul. Di sini mah warganya masih kompak. Jadi tidak sulit,” imbuh Sampir.

Kepala Urusan Bidang Pembangunan Desa Sangiang Tarim membenarkan soal tiga hal kekurangan Beusi Lebak saat penilaian tahap pertama. “Alhamdulillah, bertahap sudah ditata. Mudah-mudahan, apa yang direncanakan berjalan,” harapnya.

“Pemagaran berjalan, tong sampah sudah ada, tanaman juga. Khusus di kampung kami, memang itu. Ada bonsai kelapa,” tandas Tarim. (fdr/don)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook