Proyek Jalan Gunung Luhur Tak Rampung Tepat Waktu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 11:06:33 WIB   |  dibaca: 41 kali
Proyek Jalan Gunung Luhur Tak Rampung Tepat Waktu

BELUM RAMPUNG: Gubernur Wahidin Halim memberikan arahan rapat pimpinan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (2/12).

SERANG, BANTEN RAYA- Pembangunan akses menuju tempat wisata Negeri di Atas Awan di Gunung Luhur yang berada di ruas Jalan Cipanas-Warung Banten, Kabupaten Lebak belum juga rampung. Pemprov Banten akhirnya memberikan perpanjangan selama 20 hari karena dinilai masih bisa diselesaikan dalam waktu dekat.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan, pada 2019 ini pengerjaan fisik pembangunan jalan yang dilakukan pemprov sebagian besar berada di wilayah Banten selatan. Dari sejumlah ruas jalan yang digarap, hanya ruas Jalan Cipanas-Warung Banten yang belum rampung.

“Memberikan waktu sampai 20 hari. Hanya itu saja (pengerjaan ruas jalan yang diperpanjang).  Harusnya 30 November ini (selesai) karena berbagai pertimbangan, Gunung Luhur (diperpanjang),” ujarnya kepada awak media usai rapat pimpinan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (2/12).

Pemegang lima gelar akademik itu menjelaskan, adapun pertimbangan sehingga pengerjaan ruas jalan tersebut diperpanjang dan bukan diluncurkan ke tahun anggaran 2020 adalah soal waktu. Pihaknya menganggap proyek pembangunan Jalan Cipanas-Warung Banten bisa dirampungkan segera. Sebab, sisa pengerjaan hanya tinggal satu kilometer lagi.

“Hari ini ada longsor di sana dari tebing karena sudah musim hujan. Akan tetapi ada kerjaan juga kita di situ, ada satu kilometer lagi. Bisa diberikan (perpanjangan) 20 hari, Insya Allah selesai semua fisiknya,” katanya.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, pembangunan ruas Jalan Cipanas-Warung Banten dilaksanakan oleh PT Paula Jaya asal Provinsi Kalimantan Timur. Pengerjaan jalan itu memiliki nilai kontrak mencapai Rp 47,7 miliar.

Disinggung apakah ada proyek selain jalan yang diperpanjang, Mahdani mengaku hanya proyek Jalan Cipanas-Warung Banten. Akan tetapi, dia menyebut ada satu proyek yang diluncurkan ke tahun anggaran 2020, yaitu pembangunan yang berkaitan dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bojong Menteng di Kabupaten Serang.“Itu kan memang dari sisi lelang sudah selesai, tapi dari masyarakat belum bisa menerima. Mungkin diusahakan dari awal lagi. (Nilainya) Rp10 miliar,” ungkapnya.

Secara umum, realisasi serapan fisik tahun anggaran 2019 hingga kemarin mencapai 85 persen dan realisasi serapan keuangan sebesar 70 persen. “Sementara realisasi pendapatan 90 persen. Kita masih punya waktu ada 20 hari lagi,” tuturnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, secara umum sebagian besar organisasi perangkat daerah (OPD) telah menunjukan kinerja yang baik. Serapan fisiknya rata-rata sudah berada di angka 90 persen. WH tak menampik terdapat satu proyek yang gagal terlaksana di 2019 dan diluncurkan ke tahun berikutnya.

“Cuma satu itu yang pembuangan sampah regional (TPST Bojong Menteng). Masyarakatnya keberatan, kita lagi pendekatan dulu. Kita evaluasi terakhir Desember ini, selama seminggu ke depan,” ujarnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook