Pengeras Suara Dishub Tak Berguna

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 11:29:54 WIB   |  dibaca: 57 kali
Pengeras Suara Dishub Tak Berguna

TAK BERGUNA: Pengendara melintasi CCTV yang dilengkapi dengan pengeras suara di Kebon Jahe, Kota Serang, belum lama ini. Masyarakat mengeluhkan suara yang terdengar adalah suara rekaman, bukan petugas yang stand by mengawasi lalu lintas.

SERANG, BANTEN RAYA- Kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi dengan pengeras suara milik Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten yang berada di persimpangan-persimpangan jalan di Kota Serang dinilai warga tidak berguna. Sebab suara yang keluar dari pengeras suara hanya suara rekaman yang diputar berulang-ulang. Bukan petugas yang sengaja memantau arus lalu lintas kendaraan, dan memberikan peringatan kepada warga yang melanggar aturan.

Salim, warga Kecamatan Serang mengatakan bahwa ia beberapa kali mendengar suara yang keluar dari pengeras suara milik Dishub Banten di perempatan Ciceri. Biasanya itu terjadi pada pagi hari.

Namun, suara itu hanya mengulang-ulang perkataan yang sama dan tidak pernah ada yang benar-benar suara operator yang siap sedia (stand by) mengawasi lalu lintas di jalanan. Karena itu, menurutnya, rekaman suara itu tidak berguna dan sekaligus membosankan. “Kalau cuma muter rekaman doang ya gimana mau negur yang melanggar lalu lintas, ya, kan?. Percuma itu sih,” kata Salim, Senin (2/12).

Padahal, dalam rekaman itu dikatakan bahwa bagi pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas akan ditegur melalui suara yang saat itu didengar pengendara tersebut. Namun nyatanya sampai dengan akhir rekaman tidak pernah ada teguran sama sekali dari pengeras suara itu.

Padahal, banyak pengendara yang melanggar aturan, salah satunya berhenti melewati garis batas stop, garis melintang sebelum garis zebra cross.“Kalau ada yang negur gitu kan jadinya ada gunanya itu alat,” kata Salim.

Seperti yang pernah dia lihat di tayangan video yang menyebar di WhatsApp belum lama ini. Dalam rekaman itu jelas terlihat ada pengendara yang ditegur oleh petugas dinas perhubungan setempat, sehingga pengendara kendaraan menyadari kesalahannya.“Kayak di Bandung itu kan emang bener-bener ada petugasnya yang stand by,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Dendi. Menurutnya, pengeras suara yang hanya digunakan memutar rekaman sebagai tindakan yang tidak kreatif dan bekerja asal-asalan. Padahal, peralatan yang dibeli dengan menggunakan uang rakyat itu pasti mahal. Uang yang dikeluarkan itu sudah seharusnya lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.“Kalau ini kan kita ngedengernya malah ngeselin (karena memutar suara rekaman yang sama),” katanya.

Ia berharap Dishub Banten lebih maksimal menggunakan peralatan ini demi kepentingan masyarakat, dengan menempatkan petugas yang mengawasi lalu lintas yang ada. Dengan cara seperti ini, maka kinerja dinas perhubungan akan terlihat oleh masyarakat.Sementara itu, Kepala Dishub Banten Tri Nurtopo yang dicoba dikonfirmasi tidak mengangkat telepon, dan tidak membalas pesan yang dikirim Banten Raya kepadanya. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook