APBD 2020 Defisit Rp 490 M

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 11:48:25 WIB   |  dibaca: 77 kali
APBD 2020 Defisit Rp 490 M

KEBERSAMAAN : Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar bersama dengan Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah, dan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah pada acara Rakornas Indonesia Maju, di SICC, Sentul, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

KAB. TANGERANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membenarkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 mengalami defisit sebesar Rp 490 milair. APBD 2020 sebesar Rp 6,212 triliun sudah disahkan DPRD Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, APBD 2020 memang mengalami defisit sebesar 490 miliar, karena belanja lebih besar dibanding pendapatan. "Defisit itu nantinya akan ditutup silpa 2019 (sisa lebih pembiayaan anggaran_red))," kata pria yang akrab dipanggil Zaki ini kepada wartawan melalui telepon, Senin (2/12).

Zaki menjelaskan, proyeksi pendapatan 2020 adalah Rp 5,717 triliun, sedangkan belanja adalah Rp 6,212 triliun. Namun, pada 2019 ini diperkirakan ada silpa. Namun demikian, Zaki tidak bisa memprediksi silpa yang akan digunakan untuk menutup belanja lebih besar tersebut. ”Hingga kini nilainya masih belum dipastikan. Sebab, serapan APBD hingga kini masih berlangsung. Silpa itu bisa lebih besar dari yang diperkirakan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupten Tangerang, Taufik Emil menambahkan, dalam dua tahun terakhir kondisi APBD Kabupaten Tangerang terus mengalami defisit.

Namun demikian, Taufik menjamin tidak akan mengganggu program prioritas yang berhubungan dengan masyarakat. Hanya saja, dampak dari defisit anggaran terpaksa harus dilakukan rasionalisasi. “Tapi efisiensi tidak boleh mengurangi postur anggaran yang dibuat untuk kegiatan yang sudah menjadi prioritas pelayanan dasar. Ketentuan yang ditetapkan harus sesuai dengan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah_red),” katanya.

Menurut Taufik, untuk menutupi devisit APBD itu, Bupati Tangerang sudah mengitruksikan kesetiap organisasi perangkat daerah (OPD) sektor pendapatan lebih fokus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). “Agar defisit anggaran bisa aman tercover, Pemkab fokuskan peningkatan PAD di setiap OPD sektor pendapatan,” tuturnya.

Terpisah, Wakil DPRD Kabupaten Tangerang, Astayudin mengatakan, target pendapatan Kabupaten Tangerang setiap tahun selalu meningkat. Untuk itu, pihaknya yakin Pemkab Tangerang bisa menutupi devisit anggaran tersebut. Namun demikian, Astayudin juga tetap berpesan agar eksekutif tetap menggali potensi pajak untuk menambah PAD. “Saya yakin devisit anggaran akan tertutup. Butinya, setiap tahun PAD Kabupaten Tangerang terus meningkat,” singkatnya.

Senada disampaikan Astayudin, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja membenarkan, PAD Kabupten Tangerang dari sector pajak mengalami peningkatan. Misalnya, kata Soma, pada 2019 PAD sektor pajak ditarget sebesar Rp 1,5 triliun. Sementara hingga November lalu, Pendapatan pajak sudah mencapai sebesar Rp 1,923 triliun. Artinya, sudah melebih target. “PAD sektor pajak sudah melebih target. Sementara masih ada bulan Desember ini. Mudah-mudahan bisa bertambah lagi,” pungasnya. (imron)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook