Pedagang Baros "Boikot" Retribusi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 11:57:37 WIB   |  dibaca: 74 kali
Pedagang Baros "Boikot" Retribusi

MULAI MENGGELIAT : Para pedagang Pasar Baros sudah kembali berjualan setelah tempat usaha mereka terbakar habis pada awal bulan lalu, Senin (2/12).

SERANG, BANTEN RAYA - Pedagang Pasar Baros sebagian besar telah memulai usahanya kembali setelah mereka selesai membangun kios dan los-los yang hangus terbakar pada awal bulan lalu. Namun para pedagang mengancam tidak akan membayar retribusi yang menjadi kewajiban mereka kepada petugas pasar sebelum Pemkab Serang memberikan bantuan modal yang pernah dijanjikan kepada mereka.

Sukron, salah sorang pedagang mengatakan, sampai saat ini belum ada kejelasan dari Pemkab Serang yang ingin memberikan bantuan modal kepada para pedagang. “Dulu waktu rapat di kecamatan pemerintah bilangnya setelah didata bantuan menyusul tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal, retribusi sudah diminta sama mantri pasar di sini," ujar Sukron saat ditemui di lokasi, Senin (2/12).

Untuk membangun los yang hangus terbakar, Syukron mengaku menghabiskan biaya kurang lebih Rp4.000.000. "Hampir 90 persen sudah pada dibangun tapi masih ada yang terbengkalai karena mungkin belum ada biaya untuk membangunnya lagi. Bisa saja dipaksakan dibangun tapi nanti kebingungan cari modal untuk ngisi warungnya," ujar pria pedagang buah-buahan yang sudah berjualan 12 tahun itu.

Sukron berharap ada keberpihakan dari Pemkab Serang untuk bisa membantu mereka, minimal untuk menambah modal usaha. "Untuk bangun los ini pinjam sana-sini saja. Semua pedagang sudah pada pindah ke sini (lokasi bekas kebaran-red) yang sebelumnya berjualan di lapangan belakang pasar karena sama pemiliknya diminta sewa Rp500.000. Mereka kebingungan jadi maksakan diri membangun losnya masing-masing," ungkapnya.

Setiawan, pedagang lain mengatakan, para pedagang mengancam tidak akan membayar retribusi kepada petugas pasar karena bantuan yang pernah disampaikan Pemkab Serang belum juga turun. "Pedagang pada enggak mau bayar retribusi soalnya bantuan yang dijanjikan pemerintah enggak turun-turun. Ini sebagai bentuk protes pedagang kepada para pemerintah. Untuk bayar retribusi kalau kios Rp2.500 per hari, kalau los Rp2.000 per hari," katanya.

Pria yang akrab disapa Iwan tersebut mengungkapkan, untuk membangun kios dan los para pedagang sebagian besar terpaksa berutang ke toko material. "Kalau obrolan internal pedagang pada dapat pinjam dari saudara-sudaranya. Kalau untuk material hutang ke toko bangunan karena ada harapan bantuan dari pemerintah. Untuk membangun kios karena harus beli rangka baja dan roling habis lah Rp5.000.000-an," tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, Pemkab Serang tidak pernah menjanjikan bantuan untuk para pedagang Pasar Baros. "Kalau bantuan modal enggak ada. Yang ada itu uang santunan karena mereka habis terkena musibah. Kita sedang upayakan melalui dana TT (tidak terduga), mudah-mudahan Desember ini sudah bisa diberikan ke pedagang," katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook