Mantan Direktur LKM Ciomas Ditahan Kejari

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 12:20:35 WIB   |  dibaca: 367 kali
Mantan Direktur LKM Ciomas Ditahan Kejari

DITAHAN : Mantan Direktur PT LKM Ciomas, Boyke Febrian dan Kabag Dana Nazarudin digelandang petugas Kejari, Senin (2/12).

SERANG, BANTEN RAYA - Mantan Direktur PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas, Kabupaten Serang Boyke Febrian dan Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang. Keduanya diduga melakukan pembobolan dana kas LKM Ciomas tahun 2016 dan menyebabkan kerugian negara senilai Rp 1,8 miliar.

Kajari Serang Azhari mengatakan, penetapan tersangka dan penahanan keduanya merupakan pengembangan dari fakta persidangan yang diungkap Kabag Kas PT LKM Ciomas Kabupaten Serang Ahmad Tamami yang telah divonis 2 tahun penjara.

"Dia (tersangka) terkait dengan pengembangan tindak pidana korupsi penggunaan pertanggungjawaban pengelolaan dana penyertaan modal (BUMD) tahun 2016," kata Azhari didampingi Kasi Pidsus Sulta Donna Sitohang saat ditemui di kantornya, Senin (2/12).

Menurut Azhari, pertimbangan penyidik menahan mantan Direktur LKM Ciomas dan anak buahnya itu karena dikhawatir akan menghilangkan barang bukti. Selain itu, penahanan dilakukan agar keduanya tidak melarikan diri. "Kedua tersangka ditahan di Rutan Kelas 2 Serang. Rencananya kita tahan selama 20 hari, mudah-mudahan akan mempercepat berkas dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Azhari menegaskan, keduanya akan dijerat pasal 2 Jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan diperbaharui dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. "Ini kan bagian dari pengembangan. Kerugian negara kurang lebih Rp1,8 miliar," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Nazarudin, Shanty Wildaniyah mengatakan, tersangka Nazarudin sudah menyerahkan uang yang dituding telah digunakannya ke bagian Bendahara LKM Ciomas. Meski diakui, ada sebagian dana nasabah digunakannya untuk kepentingan pribadi. "Tapi sudah melakukan pengembalian dan hingga November ini dia masih mencicil. Kalau dari fakta persidangan sekitar Rp500 juta, tapi pengakuannya tidak sampai segitu. Belum ditotal (pengembalian)," katanya.

Mantan Direktur PT LKM Ciomas, Kabupaten Serang, Boyke Febrian enggan memberikan komentar apapun atas penahanannya. Dirinya hanya tertunduk malu hingga memasuki mobil tahanan Kejari Serang.

Dalam persidangan Ahmad Tamami terungkap jika dana setoran nasabah ke PT LKM Ciomas digunakan oleh sejumlah pegawainya untuk kepentingan pribadi dengan nominal yang berbeda. Rinciannya, Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin Rp 524 juta, staf bagian dana PT LKM Ciomas Ratu Bariyah Rp 166 juta, dan Ahmad Tamami Rp 954 juta.

Kasus korupsi itu terbongkar dari banyaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan. Namun ketika dicek, uang setoran nasabah tidak ada. Agar terhindar dari penarikan uang dari nasabah, diadakan rapat yang dipimpin Boyke Febrian selaku Direktur PT LKM Ciomas.

Dalam rapat itu Boyke memerintahkan Ahmad Tamami agar menggunakan dana kas PT LKM Ciomas untuk menalangi uang yang digunakan Ahmad Tamami, Nazarudin, dan Ratu Bariyah. Setelah ada kebocoran itu, Kantor Akuntansi Publik Asep Ramansyah Manshur melakukan audit. Berdasarkan hasil audit, terdapat selisih kas sebesar Rp 1,8 miliar. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook