Tawuran, Siswa SMP Tewas

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 03 Desember 2019 - 12:25:23 WIB   |  dibaca: 237 kali
Tawuran, Siswa SMP Tewas

TERULANG : Aksi tawuran pelajar dua sekolah pecah di Kampung Olek, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (2/12).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Tawuran antar pelajar terjadi di Jalan Raya Aria Jaya Santika, tepatnya di Kampung Olek, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kemarin. Akibatnya, seorang siswa tewas terkena tusukan senjata tajam (sajam). Korban tewas itu adalah Oka Mahendra (14), siswa kelas VII SMP Pembangunan Tigaraksa.

Berdasarkan video yang diterima wartawan, tawuran melibatkan belasan pelajar dari SMPN 1 Tigaraksa dan SMP Pembangunan Tigaraksa. Pelajar yang mengunakan sweater abu-abu yang diduga korban dalam video terlihat beberapa kali mendapatkan serangan senjata tajam jenis cerulit meski dia mencoba berlari menghindar.

Kapolsek Tigaraksa AKP David Chandra Babega membenarkan adanya tawuran pelajar yang melibatkan SMPN 1 Tigaraksa dan SMP Pembangunan Tigaraksa di wilayahnya. Kata David, Oka Mahendra tewas setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. “Ya benar (ada tawuran antar pelajar_red) mengakibatkan satu orang meninggal bernama Oka Mahendra,” kata David kepada wartawan melalui telepon, Senin (2/12).

Menurut David, pihaknya sudah mengamankan sepuluh orang yang diduga pelaku tawuran. Dari kesepuluh itu, kata David, ada di antaranya alumni dari kedua sekolah yang diduga menjadi provokator terjadinya tawuran. “Peyelidikan sementara, tawuran itu terjadi akibat saling tantang atau saling ejek,” tuturnya.

Untuk melengkapi penyelidikan, lanjut David, pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Selain itu, pihaknya masih menunggu hasil autopsi korban dari rumah sakit. “Semuanya masih kita dalami, nanti kita akan informasikan setelah proses pemeriksaan selesai,” katanya.

Ditemui terpisah, Tajuk (60), kakek korban Oka Mahendra mengatakan, nyawa Oka tak dapat ditolong karena kehabisan banyak darah. Oka, kata Tajuk, mengalami luka berat di bagian dada hingga mengenai paru-paru dan bolong di bagian bawah punggung. “Saat berada di rumah sakit, tidak bisa tertolong. Almarhum meninggal tiga jam setelah mendapatkan pertolongan medis,” kata Tajuk saat ditemui dirumahnya.

Tajuk menjelaskan, berdasarkan informasi dari teman sekolahnya, Oka sudah dicegah oleh beberapa temannya untuk tidak menerima tantangan tawuran dari SMPN 1 Tigaraksa. Namun, Oka tetap berangkat bersama kedelapan temannya. “Sudah dicegah, malah berangkat karena dipaksa oleh teman sekolahnya yang lain,” jelasnya.

Meninggalnya Oka menjadi kesedihan buat keluarganya. Pasalnya, lanjut Tajuk, Oka merupakan sosok pendiam dan kerap membantu ekonomi kelurga. Oka menggunakan waktu luang untuk bekerja sebagai tukang cuci motor di wilayah Kampung Bugel, Kecamatan Tigaraksa. “Setiap pulang sekolah, Oka menjadi tukang pencuci motor dan mobil di steam,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Tajuk berharap, pihak kepolisian segera bisa menangkap tersangka dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Dalam kesempatan ini, saya juga mengimbau kepada semua pelajar agar tidak tawuran. Belajar dengan baik untuk masa depan, sudah lah cukup cucu saya yang menjadi korban,” pungkasnya. (imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook