Mantan Anggota Polisi dan Istrinya Dilaporkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 04 Desember 2019 - 11:29:00 WIB   |  dibaca: 69 kali
Mantan Anggota Polisi dan Istrinya Dilaporkan

LAPOR: Korban melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan anggota polisi dan istrinya dengan modus investasi dan arisan ke Mapolres Serang Kota, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Mantan anggota kepolisian wilayah hukum Polda Banten Aldiansyah dan istrinya Ari Yusti Firmayanti dilaporkan ke Satreskrim Polres Serang Kota oleh belasan warga yang didominasi ibu-ibu, atas dugaan penipuan investasi bodong dan arisan yang nominalnya diperkirakan hingga miliaran rupiah.

 Korban Elvina (34) mengatakan, terduga pelaku Aldianyah memperkenalkan diri sebagai anggota polisi. Namun setelah dilaporkan, Aldanyah merupakan mantan anggota kepolisian yang diberhentikan secara tidak hormat karena pelanggaran disiplin sekitar 2015.

"Suaminya mengaku polisi, setelah saya bikin laporan ternyata sudah dipecat pada 2015 atau 2016. Masalahnya sama, dia menipu sesama polisi dan tidak disiplin," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Elvina mengaku mulai berinvestasi bisnis katering kepada Aldiansyah dan istrinya pada akhir 2018 dengan nilai Rp 10 juta. Dari investasi itu dirinya dijanjikan mendapatkan 10 persen dari keuntungan usahanya. Namun memasuki tahun 2019, dirinya tidak pernah mendapatkan bagi hasil investasi tersebut.

 "Awalnya Rp 10 juta, kemudian saya transfer beberapa kali lagi, yakni sebesar Rp30 juta, Rp60 juta, dan Rp70 juta. Ternyata hanya dibayar satu atau dua bulan saja dan saya mulai melihat gelagat enggak baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Elvina menegaskan selain uang investasi, pasutri itu juga telah menggelapkan uang arisan Rp 20 juta setiap bulannya. Arisan tersebut dilakukan secara online oleh istrinya."Saya juga ikut arisan online yang dikocok live IG (instagram). Tetapi kadang kami ketemu. Saya enggak kenal (peserta arisan). Ada yang ikut Rp 100 juta per bulan ada yang Rp 250.000 seminggu dan Rp 20 juta per bulan," tegasnya.

Elvina menduga korban penipuan investasi dan arisan tersebut jumlahnya mencapai 20 orang lebih. Apabila ditotal pelaku berhasil menggelapkan uang korban hingga Rp 5 miliar."Kalau yang ada di grup itu kalau saya totalin sekitar ada Rp 2 miliar. Jadi di luar grup itu bukan sama arisan, itu hanya investasi aja. Kalau termasuk arisan, bisa sampai Rp 5 miliar mungkin yah," jelasnya.

Korban lainnya, Alin (28) mengaku telah mengalami kerugian sekitar Rp 80 juta dari investasi yang dikelola pasutri tersebut. Sedangkan untuk arisan, Rp 130 juta per bulan."Korbannya sudah banyak, saya yakin otaknya itu suaminya (Aldiansyah)," katanya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan, pihaknya sudah mengamankan Aldiansyah. Namun untuk istrinya hingga kini belum diketahui keberadaannya, diduga telah melarikan diri."Statusnya masih saksi, kalau istrinya belum diketahui ada dimana. Kita masih melakukan penyelidikan," katanya.

Berdasarkan data yang diperoleh Banten Raya, pada tahun 2010 Aldiansyah pernah divonis bersalah oleh Majelis Pengadilan Negeri (PN) Serang terbukti melanggar pasal 278 KHUP. Mantan anggota polisi tersebut divonis 3 bulan perjaa karena menipu Ade Haerudin, warga Saketi, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 58 juta. (darjat/rahmat).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook