Aset Dirusak, Pemkab Lapor Polisi

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 04 Desember 2019 - 11:36:25 WIB   |  dibaca: 63 kali
Aset Dirusak, Pemkab Lapor Polisi

BUKTI : Kasubag Bantuan Hukum Pemkab Tangerang, Abdullah Rijal (kiri) didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pakuhaji, Yandri Permana (kanan) memperlihatkan bukti laporan polisi di Mapolres Metro Tangerang, Selasa (3/12).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA - Peristiwa perusakan portal dan barier milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang di Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang berujung ke ranah hukum. Pemkab Tangerang telah melaporkan perusak aset miliknya tersebut ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (3/12).Berkas pelaporan pun sudah masuk ke bagian pelayanan SPKT dengan nomor TBL/B/1097/XII/2019/PMJ/Restro Tangerang Kota.

Sekadar informasi, kasus ini bergulir setelah Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memberi peringatan kepada PT MPL untuk menghentikan pembangunan usaha di lokasi tersebut. Pasalnya, tempat usaha tersebut berada di kawasan Sungai Turi yang dilarang mendirikan bangunan.

Tjen Jung Sen diduga tanpa izin telah membuat jalan beton di sepanjang bantaran Sungai Turi menuju lokasi yang dikenal dengan sebutan Parsial 19. Karena peringatan tersebut tidak diindahkan oleh PT MPL, pihak DBMSDA melapor ke Polda Metro Jaya.

Tjen Jung Sen selaku Direktur PT MPL akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian, sebagai barang bukti, jalan ke kawasan Sungai Turi tersebut diportal oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Bantuan Hukum Pemkab Tangerang, Abdullah Rijal mengatakan, pihaknya melaporkan terduga perusak aset milik Pemkab Tangerang tersebut dengan Pasal 170 jo 406 KUHP dan Pasal 362 jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP tentang Perusakan jo Pencurian. "Pelaporan terkait perusakan aset daerah di Jalan Sungai Turi," kata Abudullah kepada wartawan melalui telepon.

Rijal menuturkan, foto-foto portal dan barier yang dirusak dijadikan sebagai barang bukti pelaporan. Ia menyebut, saat perusakan berlangsung terdapat spanduk Komunitas Wartawan Banten (Kowarban). Diduga oknum wartawan yang mengatasnamakan Kowarban tersebut mendampingi kelompok pelaku perusakan. "Yang dilaporkan kita belum menunjuk pelakunya karena masih dalam penyelidikan. Kowarban memang fakta di lapangan ada spanduknya, tapi kita belum mengetahui maksud dan tujuannya," katanya.

Menurutnya, pelaporan ini sebagai bentuk perhatian terhadap aset Pemkab Tangerang. Rijal pun berharap, pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini. "Kita nanti lihat perkembangannya. Menunggu kepolisian," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pakuhaji, Yandri Permana menambahkan, pihaknya heran bila aset milik Pemkab Tangerang ini dirusak oknum warga. Sebab, aspirasi warga yang menginginkan pelebaran jalan di Jalan Sungai Turi sudah dipenuhi. "Kami heran. Sebenarnya portal sudah dilebarkan untuk memenuhi keinginan warga. Tapi tetap dirusak segelintir warga saja," pungkasnya. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook