Bupati Pertanyakan Keseriusan Pemprov

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 04 Desember 2019 - 12:12:18 WIB   |  dibaca: 62 kali
Bupati Pertanyakan Keseriusan Pemprov

DISAMBUT ANTUSIAS : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah menyapa warga pada acara peringatan Mualid Nabi Muhammad SAW di lapangan Sukamanah, Kecamatan Baros, Selasa (3/12).

SERANG, BANTEN RAYA – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam mendukung pembangunan pusat pemerintahan kabupaten (Puspemkab) Serang. Pertanyaan itu disampaikan Tatu menyikapi rencana Gubernur Banten (Wahidin Halim-red) yang akan mempertemukan Pemkab Serang dengan Pemkot Serang terkait dengan masalah pelimpahan aset.

Tatu menjelaskan, serah terima aset sebenarnya sudah berjalan terutama untuk aset-aset yang yang sudah tidak digunakan oleh Pemkab Serang. “Kalau sekarang ini ada aset yang belum bisa diberikan karena kami masih menggunakan. Bukan berarti kami tidak bisa berkomunikasi, tidak perlu dimediasi karena saya dengan Pak Walikota (Walikota Serang Syafrudin-red) berkomunikasi dengan baik,” ujar Tatu saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Baros, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan, persoalan serah terima aset dari Pemkab Serang ke Pemkot Serang sudah berjalan tiga tahap terutama untuk aset yang sudah tidak dipakai oleh Pemkab Serang. “Yang terpenting itu, sejauhmana provinsi punya keinginan membantu Pemkab Serang untuk punya kantor. Saya mempertanyakan itu karena ini dampak dari pemekaran, yang nyuruh pemekaran siapa? Kan pemerintah pusat dan provinsi, tapi Pemkab Serang harus membuat kantornya sendiri,” katanya.

Tatu menuturkan, Pemprov Banten seharusnya fokus membantu Pemkab Serang untuk membangun puspemkab agar Pemkab Serang bisa memiliki pusat pemerintahan. “Kalau misalnya dibantu pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, sebagaian dari pemda itu lebih realistis, lebih ideal. Kalau untuk serah terima enggak terlalu urgen difasilitasi, karena komunikasi saya bisa, setiap ada event bisa komunikasi dengan Pak Walikota,” ujarnya.

Ia meminta semua pihak agar tidak salah paham terkait dengan serah terima aset dari Pemkab Serang ke Pemkot Serang karena proses pelimpahan aset sudah dilakukan beberapa kali. “Bukan berarti belum ada pengalihan aset loh. Jangan sampai salah paham. Pengalihan itu sudah dilakukan tiga tahap diberikan ke Pemkot Serang dan itu didampingi oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Hanya persoalannya kalau ini (pendopo-red) diserahkan Pemda Serang tidak punya kantor,” paparnya.

Tatu menjelaskan, pelimpahan aset bukan berarti semua aset yang ada harus diserahkan dari Pemkab Serang ke Pemkot Serang. “Apa iya serah terima aset itu semua harus diserahkan. Berarti di neraca Pemkab Serang asetnya nol. Itu kan enggak mungkin. Masa ada pemekaran terus induknya tidak punya aset. Jadi secara logika aset yang diserahkan itu yang sudah tidak digunakan oleh Pemkab,” ujarnya.

Ia memastikan, Pemkab Serang terus berupaya untuk mewujudkan pembangunan puspemkab namun puspemkab tidak menjadi skala prioritas karena khawatir anggaran untuk masyarakat tersedot untuk pembangunan puspemkab. “Kalau anggaran ditarik semua untuk puspemkab terus untuk masyarakatnya bagaimana, jalannya belum selesai, ruang kelasnya belum selesai, rumah tidak layak huninya masih ribuan,” tuturnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook