Kesal, Ibu-Ibu Gerebek Warem

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 04 Desember 2019 - 12:16:12 WIB   |  dibaca: 111 kali
Kesal, Ibu-Ibu Gerebek Warem

GEREBEK WAREM: Ibu-ibu di Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel menggerebek warem yang ada di kampung mereka yang diduga dijadikan tempat mesum, Senin (2/12).

SERANG, BANTEN RAYA – Puluhan ibu-ibu di Kampung Candi, Desa Puloampel, Kecamatan Puloampel menggerebek warung remang-remang (warem) yang berada di lahan pelabuhan Pelindo II pada Senin (2/12) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Penggerebekan dilakukan karena warung tersebut diduga dijadikan tempat mesum oleh pemiliknya sehingga membuat resah warga sekitar.

Kepala Desa (Kades) Puloampel, Kecamatan Puloampel Muhlisi membenarkan adanya penggerebekan warem yang dilakukan oleh warganya tersebut. “Iya bener ada penggerebekan semalam (kemarin malam -red) oleh ibu-ibu terhadap warung remang-remang. Saat kejadian saya kurang tahu persis tapi tapi berdasarkan informasi pas waktu digerebek jablaynya mah enggak ada,” kata Muhlisi, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan, ibu-ibu yang melakukan penggerebekan meminta agar warung remang-remang yang ada di kampung mereka dibubarkan. “Kalau saya sebagai kepala desa setuju-setuju saja agar ibu-ibu bisa lebih nyaman. Pemiliknya sudah dipanggil di kecamatan dan mereka mengaku hanya menjual kopi. Katanya memang ada botol miras (minuman keras) tapi saya kurang tahu persis,” ujarnya.

Muhlisi mengungkapkan, gerakan ibu-ibu tersebut merupakan inisiatif mereka sendiri yang merasa terganggu dengan adanya warung-warung yang diduga disalahgunakan. “Keberadaan warungnya mah sudah lama. Itu bekas melayani pelabuhan penyeberangan dulu, tapi lambat laun konon katanya dijadikan tempat negatif. Dulu mah banyak warungnya tapi sekarang tinggal dua,” tuturnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Muhlisi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Muspika Kecamatan Puloampel dan security yang ditugaskan untuk menjaga lahan milik Pelindo II tersebut. “Secepatnya kita tindaklanjuti. Kemarin malam itu ada juga bapak-bapaknya tapi lebih banyak ibu-ibunya. Pemilik warungnya ada orang sini ada orang luar,” katanya.

Terpisah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang Hanafi mengaku tidak mengetahui adanya penggerebekan yang dilakukan ibu-ibu tersebut. “Kita tidak tahu (ada penggerebekan-red), soalnya tidak ada laporan ke kita. Mungkin itu kegiatan Muspika Kecamatan Puloampel saja,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook