Molor Berbulan-bulan, Tak Bisa Layani BPJS

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 04 Desember 2019 - 12:33:23 WIB   |  dibaca: 57 kali
Molor Berbulan-bulan, Tak Bisa Layani BPJS

TINJAU RSUD : Walikota Serang Syafrudin didampingi Wakil Walikota Serang Subadri menyapa masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Selasa (3/12). Walikota juga sempat meninjau simulasi penyelamatan yang dilakukan tenaga medis RSUD.

SERANG, BANTEN RAYA – Setelah sempat molor berbulan-bulan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang akhirnya resmi dilakukan grand launching oleh Walikota Serang Syafrudin, dengan ditandai pemukulan gong di halaman rumah sakit yang beralamat di Lingkungan Kampung Baru, Lingkungan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, kemarin. Namun sayangnya, rumah sakit tipe C tersebut belum dapat melakukan pelayanan kesehatan untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Turut hadir, Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin, Sekda Kota Serang Tb. Urip Henus, Kepala Dinas Kesehatan M. Ikbal, dan Dirut RSUD Kota Serang Tedja Ratri. Walikota Serang Syafrudin mengatakan, meskipun RSUD telah resmi dilaunching, namun belum dapat melakukan pelayanan kepada pasien BPJS, karena belum ada kerjasama dengan pihak BPJS.

“Insya Allah belum depan tahun 2020, kita ada kerjasama dengan BPJS. Jadi kalau ada pasien yang ke sini yang membawa BPJS itu juga kita layani, sesuai dengan BPJS yang ada. Hanya memang RSUD belum bekerja sama dengan BPJS,” ujar Syafrudin, kepada awak pers, selepas acara launching.

Tak hanya itu, ia pun mengakui bahwa peraturan daerah (Perda) retribusi yang digunakan oleh RSUD Kota Serang saat ini pun masih menggunakan perda yang lama. “Untuk perda retribusinya kita masih pakai yang lama. Jadi perda baru ini mudah-mudahan Desember ini selesai, mudah-mudahan tidak ada halangan apa-apa, sekarang ini kita pakai perda yang lama,” akunya.

Ia mengungkapkan, fasilitas dan sarpras di RSUD Kota Serang masih banyak yang harus dilengkapi. Seperti gedung terpadu, kemudian, pendingin ruangan di kamar operasi pun masih belum memadai. “Di kamar operasi ini AC nya masih belum ada. Jadi nanti akan dipenuhi juga ke depannya,” ungkap dia.

Meski demikian, masih kata dia, RSUD Kota Serang siap untuk melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pasalnya, Pemkot Serang setahap demi setahap melakukan perbaikan mulai dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan penunjang lainnya. “Alhamdulillah sudah siap RSUD pelayanan baik pasien umum maupun penyakit-penyakit spesialis. Dan juga alhamdulillah sudah ada rawat inap 64 ruangan,” sebut Syafrudin.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal menyatakan, fasilitas dan sarpras di RSUD Kota Serang secara keseluruhan sudah cukup lengkap. Namun, untuk fasilitas penunjang lainnya masih belum mencukupi.  "Sudah lengkap, dan kami siap beroperasi. Seperti Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan central steril kami sudah ada,” jelas Ikbal.

Ia mengatakan RSUD Kota Serang akan terus melakukan pembangunan, salah satunya yaitu akan membangun gedung terpadu. "Jadi kedepan kami akan membangun gedung terpadu. Nanti kami berjuangnya di DAK. Tahun ini kami akan usahakan DEDnya terlebih dahulu,” ujar Ikbal.

Ikbal menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan RSUD Kota Serang, dibutuhkan sebanyak Rp185 miliar. Sedangkan yang didapat oleh Pemkot Serang, hanya sebesar Rp20 miliar.“Berdasarkan hitungan kemenkes, untuk memenuhi kebutuhan fasilitas RS tipe C, itu dibutuhkan Rp185 miliar. Untuk APBD kami dapat untuk bantuan keuangan pun ada dari provinsi sebesar Rp20 miliar untuk alkes,” ucapnya.

Ia pun mengakui bahwa RSUD Kota Serang masih belum siap sepenuhnya. Namun, ia beranggapan lebih baik segera diresmikan agar dapat membantu masyarakat. “Memang banyak dari Pemkot yang harus dikeluarkan anggaran. Namun tetap kami berprinsip, lebih baik masih ada yang kurang dari RSUD ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ikbal menjelaskan, fasilitas dan sarpras di RSUD Kota Serang secara keseluruhan sudah cukup lengkap. Namun, untuk fasilitas penunjang lainnya masih belum mencukupi. "Sudah lengkap, dan kami siap beroperasi. Seperti Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan central steril kami sudah ada," ucapnya.

Direktur RSUD Kota Serang Tedja Ratri mengatakan, saat ini pihaknya fokus kepada pemenuhan Peraturan Kementrian Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi Rumah Sakit. "Kalau untuk sekarang sebenarnya konsentrasi atau target kami pada tahun 2020 lebih kepada pemenuhan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 sesuai dengan rumah sakit tipe C,” ujar Tedja.

Sedangkan, untuk fasilitas, kata dia, 2020 nanti sudah bisa berjalan secara bertahap. “Kalau untuk fasilitas sudah bisa berjalan, termasuk juga untuk hal-hal yang lainnya. Tentunya semua yang berkaitan dengan rumah sakit, itu suatu hal yang bersifat dinamis. Itu akan dipenuhi secara bertahap dan berkesinambungan,” akunya.

Terkait kerjasama dengan BPJS Kesehatan, ia membenarkan, pihaknya belum melakukan kerjasama. "Iya, kami belum melayani pasien BPJS. Karena menunggu akreditasi. Target kami akhir tahun 2020 sudah bisa berjalan, sehingga 2021 bisa melayani pasien BPJS,” katanya. (harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook