Pemdes Cikeusik Bangun Sumur Bor

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 05 Desember 2019 - 10:41:18 WIB   |  dibaca: 66 kali
Pemdes Cikeusik Bangun Sumur Bor

ISI AIR: Warga mengisi air bersih dari sumur bor yang berada di depan kantor Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam, Rabu (4/12).

LEBAK, BANTEN RAYA- Pemerintah Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam telah membangun empat titik sumur bor. Keempat sumur bor tersebar di Kampung Caringin, Nambo dan kantor Desa Cikeusik, Kecamatan Wanasalam.

"Pembangunan sumur bor dibiayai dari dana desa. Karena memang wilayahnya termasuk rawan krisis air bersih apalagi di saat musim kemarau sekarang ini," kata Kepala Desa Cikeusik Enjang Falah kepada Banten Raya melalui sambungan telepon selularnya, Rabu (4/12).

Endang mengungkapkan, biaya pembangunan sumur bor sebanyak empat titik diambil dari anggaran dana desa perubahan. Hal itu dilakukan karena sebagian warganya mengalami krisis air bersih. "Melihat kondisi itu kami berinisiatif menganggarkan sumur bor di perubahan. Sekarang ini airnya sudah ngocor dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Enjang bersyukur, dari empat titik sumur bor yang dibangun olehnya berjalan sukses. Artinya airnya melimpah. "Sehingga saat kemarau ini, warga yang dekat lokasi sumur bor tidak lagi kesulitan mencari air bersih. Salah satunya sumur bor yang ada di depan kantor desa, airnya dimanfaatkan selama 24 jam," katanya.

Lebih lanjut Endang mengungkapkan, pihaknya kembali akan mengajukan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang ini baru empat titik dan kedepan akan kembali mengusulkan. "Ke depan kami sudah mengajukan bantuan program Pamsimas. Mudah-mudahan saja dapat terealisasikan karena memang masih banyak membutuhkan," katanya.

Sementaraitu, Pendi, warga Kampung Pasirtuhur, Desa Cikeusik menuturkan, saat ini warga di kampung halamannya sangat kesulitan mendapatkan air bersih. "Kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Baik itu memasak, mencuci dan mandi," katanya.

Warga kesulitan memperoleh air bersih karena sumber air dari sumur bor maupun sumur kering. Sudah tidak ada airnya karena kemarau panjang. "Namun kami bersyukur kesulitan itu dapat teratasi dengan adanya sumur bor hasil pembangunan desa. Salah satunya di depan kantor desa, airnya melimpah dan kita juga ngambil ke sana," katanya.

Air sumur bor di depan kantor desa selalu dipadati warga, karena lokasinya berada di pinggir jalan. Jadi sangat memudahkan dalam proses pengambilan maupun pengangkutan. "Tidak hanya bisa pakai sepeda motor tapi bisa pakai mobil juga. Jadi bisa angkut lebih banyak," katanya.

Camat Wanasalam Cece Saputra sangat mengapresiasi inisiatif pemerintahan Desa Cikeusik yang mengalokasikan Anggaran Dana Desa untuk sumur bor. "Karena memang kita ketahui bahwa kondisi warga saat ini tengah kesulitan air.

Bahkan saya pernah melihat pada malam hari warga mengantri di depan kantor desa tersebut untuk mendapatkan air, dan kebetulan berada dipinggir jalan, sehingga aksesnya mudah dan kedepan bisa menjadi percontohan untuk desa lain dalam upaya membantu penyediaan air bersih warga yang membutuhkan," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook