Bayar Nontunai, Merchant Wajib Terapkan QRIS

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 05 Desember 2019 - 10:47:59 WIB   |  dibaca: 43 kali
Bayar Nontunai, Merchant Wajib Terapkan QRIS

PAPARAN: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja (kiri) pada kegiatan diskusi Forum Sistem Pembayaran di Kantor BI Banten, Rabu (4/12).

SERANG, BANTEN RAYA -  Mulai 1 Januari 2020, Bank Indonesia (BI) mewajibkan semua merchant menggunakan QR dengan standar QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Bapak Erwin Soeriadimadja pada kegiatan diskusi Forum Sistem Pembayaran di Kantor BI Banten, Rabu (4/12).

Acara ini dihadirisekitar 180 peserta yang terdiri dari 14 perbankan, asosiasi retail, pemerintah daerah, dan pedagang/merchant (toko bangunan, rumah sakit, pedagang kaki lima, toko baju, toko aksesoris, studio musik, kuliner, dll).

“Untuk mewujudkan Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, diperlukan inovasi diantaranya dalam bentuk QR Code. QRIS sebagai standar QR Code Nasional diperlukan untuk memperluas akseptasi pembayaran non tunai,” kata Erwin.

Tujuan dari visi dan program inisiatif Bank Indonesia dalam sistem pembayaran ini adalah 91,3 juta unbanked people dan 62,9 juta UMKM dapat masuk ke dalam ekonomi-keuangan digital.“Terus bertumbuh, dan berkontribusi untuk perekonomian nasional,” katanya.

Pasalnya kata Erwin, Dari sisi biaya investasi, QR Code lebih efisien dibandingkan dengan kanal pembayaran yang lain sehingga membuka peluang efisiensi ekonomi dan inlusivitas ekonomi.“Selain itu, QRIS juga menyeragamkan berbagai QR Code, sehingga pedagang tidak perlu memiliki QR Code dari berbagai penerbit,” katanya.

Masih kata Erwin, QRIS sendiri telah diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2019, dan akan berlaku penuh pada tanggal 1 Januari 2020.“Per 1 Januari 2020, semua merchant diwajibkan menggunakan QR dengan standar QRIS,” ungkpanya.

Sumber dana untuk bertransaksi melalui QRIS dapat berasal dari rekening di bank, kartu kredit, kartu debet, maupun saldo uang elektronik. QRIS mengusung tema UNGGUL (Universal, Gampang, Untung, dan Langsung).“QRIS diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran,” katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini Chrisdian Adinata dari PT Visionet Internasional (Ovo), Achmad Agustiyatama (CIMB Niaga), dan Dilly Ramadhan Nurrahmat dari PT Fintek Karya Nusantara/Linkaja.

Ketiga narasumber bersepakat kelebihan dari transaksi non tunai antara lain lebih praktis, akses lebih luas, transparansi transaksi, efisiensi rupiah, less friction economy, dan perencanaan ekonomi lebih akurat.“Serta mendorong masyarakat untuk beralih dari transaksi tunai ke transaksi nontunai dengan segala kelebihannya tersebut di atas,” katanya. (ismet)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook