Pelaku Investasi Bodong Belum Tersangka

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 05 Desember 2019 - 11:11:24 WIB   |  dibaca: 296 kali
Pelaku Investasi Bodong Belum Tersangka

LAPOR: Korban melaporkan kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh mantan anggota polisi dan istrinya dengan modus investasi dan arisan ke Mapolres Serang Kota, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Mantan anggota kepolisian wilayah hukum Polda Banten Aldiansyah dan istrinya Ari Yusti Firmayanti, terduga kasus investasi bodong dan arisan yang nilainya mencapai Rp 5 miliar, belum ditetapkan tersangka dan ditahan. Pasutri tersebut hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Serang Kota.

Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menetapkan keduanya sebagai tersangka kasus penipuan, seperti yang dilaporkan para korbannya. Sebab penyidik masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut."Intinya kita masih melakukan pendalaman, apabila ada unsur pidananya kita akan proses secara hukum," katanya kepada Banten Raya, di Mapolres Serang Kota, Rabu (4/12).

Menurut Indra, para korban telah memberikan sejumlah bukti kwitansi bukti penyerahan uang untuk diinvestasikan. Namun dari keterangan sementara dari pasutri tersebut sudah ada beberapa korban menerima uang."Mereka membawa beberapa kwitansi, tapi berdasarkan keterangan keduanya (terduga pelaku), itu hutang sudah ada pembayaran-pembayaran," tandasnya.

Meski belum ditetapkan tersangka, Indra menegaskan Aldiansyah dan istrinya masih belum diperbolehkan pulang ke rumahnya. Sebab penyidik tengah mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan investasi dan arisan tersebut."Ada di dalam (ruangan penyidik), tidak ditahan. Hanya dimintai keterangan, sebagai saksi," tegasnya.

Hingga kemarin wartawan belum dapat melakukan wawancara dengan pasutri tersebut karena masih dalam pemeriksaan ketat oleh penyidik Polres Serang Kota.Sementara itu, korban Elvina berharap pelaku dapat dijerat ke ranah hukum pidana, bukan dalam kasus wanprestasi atau ingkar janji. Sebab sudah banyak korban yang dirugikan oleh kedua terduga pelaku."Pelaku ini istri mantan polisi, dan si Aldi ini kan polisi meski sudah dipecat. Kalau sebaliknya posisi mereka gimana. Ini penipuan," jelasnya.

Sebelumnya, Elvina mengaku mulai berinvestasi bisnis katering kepada Aldiansyah dan istrinya pada akhir 2018 dengan nilai Rp 10 juta. Dari investasi itu dirinya dijanjikan mendapatkan 10 persen dari keuntungan usahanya.

Namun memasuki tahun 2019, dirinya tidak pernah mendapatkan bagi hasil investasi tersebut. "Awalnya Rp 10 juta, kemudian saya transfer beberapa kali lagi, yakni sebesar Rp 30 juta, Rp 60 juta, dan Rp 70 juta. Ternyata hanya dibayar satu atau dua bulan saja dan saya mulai melihat gelagat enggak baik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Elvina menegaskan, selain uang investasi, pasutri itu juga telah menggelapkan uang arisan Rp 20 juta setiap bulannya. Arisan tersebut dilakukan secara online oleh istrinya. "Saya juga ikut arisan online yang dikocok live IG (instagram). Tetapi kadang kami ketemu. Saya enggak kenal (peserta arisan). Ada yang ikut Rp 100 juta per bulan, ada yang Rp 250.000 seminggu, dan Rp 20 juta per bulan," jelasnya,

Elvina menduga korban penipuan investasi dan arisan tersebut jumlahnya mencapai 20 orang lebih. Apabila ditotal pelaku berhasil menggelapkan uang korban hingga Rp 5 miliar."Kalau yang ada di grup itu kalau saya totalin sekitar ada Rp 2 miliar. Jadi di luar grup itu bukan sama arisan, itu hanya investasi aja. Kalau termasuk arisan, bisa sampai Rp 5 miliar mungkin yah," jelasnya. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook