Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Waspada

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Kamis, 05 Desember 2019 - 14:44:11 WIB   |  dibaca: 68 kali
Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Waspada

seSIAGA : Kapolresta Tangerang AKBP Ade Syam Indradi Bersama anggota Polairut Polresta Tangerang berpatroli di perairan Jawa untuk memantau nelayan dari gelombang tinggi dan angin kencang, Rabu (4/12).

KAB TANGERANG, BANTEN RAYA- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada para nelayan untuk lebih waspada ketika melaut. Pasalnya gelombang di laut Jawa dalam sepekan terakhir akan mengalami kenaikan mencapai 1 meter ditambah dengan angin kencang. 

Untuk memastikan tidak ada nelayan yang nekat melaut, aparat Polair Polresta Tangerang menyambangi kampung nelayan di pesisir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Tujuan kedatangan polisi untuk mengimbau nelayan untuk waspada ketika melaut.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi memerintahkan jajarannya untuk mengintensifkan patroli di wilayah perairan dan pesisir laut jawa di Kabupaten Tangerang bagian utara. Langkah itu sebagai antisipasi terjadinya cuaca ekstrem. "Cuaca saat ini relatif sulit diprediksi. Pagi cerah, siang bisa hujan deras dan angin kencang. Cuaca ekstrem bisa kapan saja terjadi," kata Ade di sela-sela melaksanakan patroli perairan di Kecamatan Kronjo, Rabu (4/12).

Menurut Ade, intensitas patroli ditingkatkan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti nelayan yang terjebak di perairan saat cuaca buruk terjadi. Oleh karena itu, saat patroli, anggota kepolisian mendatangi dan memberikan pemahaman kepada nelayan dan masyarakat pesisir untuk berhati-hati saat turun melaut.

Menurut Ade, anggota juga akan menyampaikan informasi prakiraan cuaca kepada para nelayan dan warga pesisir. Hal itu dilakukan, agar nelayan memiliki gambaran cuaca sehingga dapat mengambil keputusan saat akan turun melaut. "Oleh karena itu saya perintahkan rekan-rekan khususnya di satuan polair untuk selalu meng-update informasi cuaca dari BMKG," ujarnya

Ade menambahkan, apabila kondisi cuaca menunjukkan tidak bersahabat, polisi harus memberikan imbauan agar nelayan tidak turun melaut. Hal itu, kata Ade, atas dasar faktor keamanan dan keselamatan. Dia pun meminta nelayan untuk melengkapi diri dengan perlengkapan keselamatan saat turun melaut. "Selain patroli di perairan, anggota juga harus sambang ke pelelangan misalnya untuk menyampaikan imbauan keamanan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang (Kasubag) Pelayanan pada BMKG Wilayah II Tangerang Darman Mardanis membenarkan, gelombang laut di laut Jawa dalam sepekan terakhir akan mengalami kenaikan gelombang mencapai 1 meter. “Gelombang setinggi 1 meter ditambah tiupan angin kencang tentu berbahaya bagi nelayan yang hendak menangkap ikan dengan armada atau perahu tradisional,” kata Darman melalui telepon.

Darman menambahkan, perahu tradisional berlambung besar dinilai tidak kuat menahan gempuran ombak setinggi 1 hingga 2 meter dan dapat berakibat fatal bagi para nelayan. Karena itu, para nelayan diminta tidak memaksakan diri melaut bila hanya dengan mengandalkan perahu tradisional. “Dianjurkan bagi semua pihak khususnya para nelayan yang akan beraktivitas di sekitaran kawasan pantai untuk selalu mengupdate info cuaca dari BMKG,” katany. (imron).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook