Pengusaha Tambang Liar Dipidanakan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 06 Desember 2019 - 13:31:31 WIB   |  dibaca: 67 kali
Pengusaha Tambang Liar Dipidanakan

PELIMPAHAN BERKAS DAN TERSANGKA: Anggota Satreskrim Polres Serang melimpahkan berkas dan tersangka penambangan tanah urukan ilegal di Kampung Cibuntu, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ke Kejari Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Satuan Reskrim Polres Serang mempidanakan dua orang pengusaha, Wawan (45) dan Edi (51), karena melakukan penambangan tanah urukan ilegal, di Kampung Cibuntu, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Kasatreskrim Polres Serang AKP Maryadi mengatakan, unit II Krimsus Satreskrim Polres Serang telah melakukan penyegelan 2 kegiatan penambangan tanah merah atau urugan di Kampung Cibuntu, pada 3 Oktober 2019, dan menetapkan dua orang tersangka.

"Penyegelan dilakukan karena dua pengusaha diduga tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Dinas ESDM Propinsi Banten," ujarnya saat ditemui Banten Raya usai pelimpahan barang bukti dan tersangka ke Kejari Serang, Kamis (5/12).

Maryadi mengungkapkan, dalam penyegelan itu, petugas mengamankan 4 alat berat excavator dan 4 dum truk yang ada di lokasi dengan menyegel menggunakan garis polisi. Selain dua jenis alat berat, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti lainnya dari lokasi penambangan.

"Karena kedua pengusaha galian tanah urugan itu dinilai tidak kooperatif, pada Kamis tanggal 17 Oktober 2019, kita amankan di dua lokasi terpisah. Tersangka Wawan kita amankan disebuah warung makan di Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang dan Edi kita tangkap dua jam kemudian disebuah rumah makan di Kota Serang," ungkapnya.

Maryadi menambahkan, hasil tambang berupa tanah merah tersebut dijual kepada beberapa perusahaan di antaranya ke sejumlah pengusaha di Banten dan Jakarta dengan harga per dum truk dengan kapasitas 20 kubik sebesar Rp 330 ribu sampai Rp 350 ribu.

"Kegiatan tambah ini sudah berjalan sejak bulan September 2019. Keduanya kita jerat dengan tindak pidana penambangan yang tidak dilengkapi dengan izin sebagaimana pasal 158 undang-undang RI nomor 4 tahun 2009," tambahnya.

Maryadi menjelaskan penyidik telah melimpahkan tersangka berikut barang bukti perkara dugaan penambangan tanah urugan ilegal di Kecamatan Jawilan, ke Kejari Serang. Tinggal menunggu kasus tersebut disidangkan.

"Berkasnya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari dan sudah dilakukan penyerahan tersangka berikut barang bukti berupa 4 unit kendaraan excavator, 2 kendaraan pengangkut tanah berikut surat jalan bon pembelian tanah," jelasnya.

 Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Serang Yogi Wahyu Buana membenarkan jika pihaknya telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus penambangan dari Satreskrim Polres Serang."Sudah, keduanya langsung kita tahan ke Rutan Serang," katanya. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook