Parkir Ilegal Diduga Beromset Ratusan Juta

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Jumat, 06 Desember 2019 - 14:00:15 WIB   |  dibaca: 46 kali
Parkir Ilegal Diduga Beromset Ratusan Juta

MELANGGAR : Sejumlah kendaraan roda empat terparkir di bahu jalan Kawasan Pendidikan Cikokol, kemarin.

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Praktek pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Pendidikan Cikokol yang dikuasai kelompok preman itu diduga dilakukan secara terorganisir. Para preman yang memungut pungli di kawasan itu ditengarai diorganisir dan memiliki pucuk pimpinan dengan rutin menyetor uang pungli tersebut ke pimpinan mereka dengan sistem bagi hasil.

Menurut sumber Banten Raya yang enggan disebut namanya, perputaran uang pungli parkir di Kawasan tersebut berkisar Rp 150 juta tiap bulannya. Uang haram tersebut terkumpul hanya di kawasan itu.

Jumlah omset perbulannya yang dikumpulkan kelompok preman belum dihitung dari pungli parkir di lokasi lainnya, yang masih dikuasai satu kelompok preman."Perputaran uang pungli parkir itu ratusan juta tiap bulannya. Makanya tak heran bos mereka memiliki mobil Pajero Sport keluaran terbaru, ya karena uang pungli parkir itu besar sekali," ujar sumber tersebut, kemarin.

Menurut sumber, perputaran uang pungli parkir di kawasan itu sumber terbesarnya adalah pelajar dan mahasiswa, selebihnya adalah sepeda motor masyarakat yang hendak mengurus keperluan di sejumlah gedung pemerintahan yang berada di kawasan tersebut.

Lebih jauh sumber menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) saat itu pernah melakukan penindakan terhadap pungli parkir di sejumlah lokasi, namun penindakan yang dilakukan tidak membuat kelompok preman itu takut. Mereka bahkan tetap melakukan pungli di lokasi itu.

Uang panas itu juga disiapkan untuk menyogok sejumlah petugas yang mencoba mengganggu praktek pungli mereka. "Ya kalo ada yang usil, cepat diamankan oleh mereka, agar bisnis mereka tetap jalan," jelasnya.

DPRD Kota Tangerang sendiri saat ini turut menyoroti praktek pungli di kawasan pendidikan Cikokol.Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tangerang, Wawan Setiawan menyatakan, praktek pungli parkir di kawasan pendidikan Cikokol harus segera dihentikan.

Menurutnya, praktek pungli yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya itu telah mencoreng nama baik Pemkot Tangerang, yang seakan lemah dan tidak peduli terhadap masyarakat Kota Tangerang. Padahal, Pemkot Tangerang sendiri telah berkomitmen untuk memberantas pungli."Itukan tidak masuk ke kas negara, kalau dikelola Pemkot Tangerang uangnya bisa menambah PAD dan berdampak pada pembangunan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut Wawan, Pemkot Tangerang seharusya segera mengambil alih seluruh area parkir di kawasan itu melalui pengelolaan yang dilakukan PT TNG.Ia mengaku berang terhadap kinerja PT TNG yang tidak mampu mengambil alih pengelolan parkir di kawasan tersebut.

Ia mengatakan, jika kendalanya PT TNG takut berhadapan dengan kelompok preman, pihaknya meminta PT TNG bersurat ke DPRD dan oleh DPRD akan meminta Kapolres Metro Tangerang Kota mengawal pengambilalihan pengelolaan parkir tersebut. "Kita akan bersurat ke kapolres meminta bantuan, kan persoalannya keamanan," tuturnya.

Wawan sendiri ketika mengetahui perputaran uang pungli parkir di kawasan itu mencapai ratusan juta mengaku tidak terkejut. "Bisa lebih (dari Rp 150 juta)," ujarnya.  Menurutnya, perputaran uang di tempat itu memang besar, oleh sebab itu pihaknya meminta PT TNG dapat mengelola parkir tersebut dan memberdayakan preman tersebut untuk menghindarkan gejolak dan keributan. "Berdayakan saja preman itu, gaji mereka," tandasnya. (mg-Ipul).

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook