Selundupkan Harley, Dirut Garuda Dipecat

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Jumat, 06 Desember 2019 - 15:28:55 WIB   |  dibaca: 181 kali
Selundupkan Harley, Dirut Garuda Dipecat

TERNYATA PUNYA DIRUT : Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri BUMN Erick Tohir menggelar jumpa pers terkait dengan penyelundupan Harley Davidson dalam pesawat Garuda A-330 900 Neo, kemarin.

JAKARTA, BANTEN RAYA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara setelah muncul dugaan kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dengan pesawat Airbus A330-900 NEO yang dibeli maskapai Garuda Indonesia.

"Saya sebagai Menteri BUMN akan memberhentikan Saudara Dirut utama Garuda," kata Erick sembari menunjukkan wajah geram, saat menggelar keterangan resmi terkait kasus tersebut di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (5/12).

Erick mengaku tidak asal menhambil keputusan soal nasib Ari. Hasil penyelidikan pihak Bea dan Cukai beserta Kementerian BUMN mengatakan, Dirut Garuda Indonesia memberi instruksi ke beberapa pejabat Garuda untuk mencari motor Harley Davidson bertipe Shovelhead V-Twin."Pembelian dilakukan April 2019, proses transfer dari Jakarta ke rekening finance manajer Garuda di Amsterdam," tutur Erick.

Menurut Erick, pengusutan kasus penyelundupan Harley dan sepeda Brompton itu akan terus dilakukan. Sebab, Erick menilai terdapat pihak lain yang membantu Dirut Garuda menyelundupkan Harley dan sepeda Brompton."Tentu ada proses lagi. Namun, tidak sampai di situ saja, kami akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di kasus ini," timpal dia.

Tidak hanya memberhentikan Dirut Garuda, Erick menuturkan akan melakukan pemeriksaan mulai direksinya hingga komisaris. "Untuk Garuda pasti kita akan review total tidak hanya direksinya tetapi komisarisnya. Dan juga tentu persaingan di industri pesawat terbangnya apakah memang kapable untuk bisa bersaing. Ini yang kita akan lakukan," kata Erick.

Berdasarkan audit komite, Erick mengungkapkan pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Ari memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu.

Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda Indonesia menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.

Sementara itu, Direktur Jendral Bea Cukai Syarif Hidayat mengungkapkan hasil pemeriksaan Bea Cukai terhadap pesawat tersebut, pada bagian kabin cockpit dan penumpang pesawat tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lain (sesuai dokumen cargo manifest: nil cargo).

Namun pemeriksaan pada Iambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 koli yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang. "Terhadap bagasi penumpang berupa koper telah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang sedangkan pemeriksaan terhadap 18 koli tersebut ditemukan 15 koli berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, den tiga koli berisi 2 unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda," jelas Syarif.

Lebih lanjut Syarif menuturkan berdasarkan hasil penelusuran di pasaran, perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200juta sampai Rp800juta per unitnya, sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50juta sampai Rp60juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai Rp1,5 miliar.

Kemenkeu dalam hal ini Bea Cukai berkomitmen untuk terus berupaya secara kontinyu dalam memberantas berbagai modus penyelundupan sebagai bentuk penegakan hukum dalam rangka mengamankan hak-hak negara. "Kemenkeu dalam hal ini Bea Cukai juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan," katanya. (fin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook