Hamparan Pasir Putih yang Mempesona

nurul roudhoh   |   Hiburan  |   Sabtu, 07 Desember 2019 - 10:36:16 WIB   |  dibaca: 79 kali
Hamparan Pasir Putih yang Mempesona

Pulau Lima yang berlokasi di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, adalah salah satu pulau yang paling dekat dengan Kota Serang. Untuk menuju ke sana, rute paling dekat adalah dari Pelabuhan Karangantu di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Pulau Lima adalah pulau tanpa penghuni. Tidak ada warga yang tinggal dan menetap di sana. Hanya para nelayan Karangantu yang mengunjunginya, baik untuk sekadar tempat melepas lelah maupun mencari ikan. Namun sejak perahu-perahu nelayan menawarkan paket menuju pulau-pulau terdekat Karangantu, nama Pulau Lima pun terangkat dan mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Pulau Lima memiliki keindahan pasir putih, dan sedikit karang, dan airnya yang bening. Sehingga kita dapat menikmati keindahan bawah laut.Bersantai di pesisir dengan memanfaatkan gazebo-gazebo yang telah disediakan sambil menyantap makanan dan minuman menjadi kegiatan favorit banyak wisatawan di sini. Hempasan ombak dan semilir angin sepanjang waktu semakin menambah pesona Pulau Lima.

Rombongan Biar Lebih Murah
Untuk menuju Pulau Lima, pengunjung hanya perlu mendatangi Pelabuhan Perikanan Karangantu. Dari dermaga pelabuhan, atau biasa dikenal masyarakat sebagai pantai Gopek, pengunjung menaiki perahu yang bersandar di pinggir dermaga.

Biasanya di badan perahu ada informasi mengenai wisata pulau yang dipasang pemilik perahu.Para nelayan biasa mematok harga Rp150.000 per perahu. Agar ongkos menuju Pulau Lima lebih murah, maka ajaklah teman atau saudara yang lain sehingga ongkos Rp150.000 bisa ditanggung bersama.

Jarak antara Karangantu dengan Pulau Lima berdasarkan aplikasi Waze kurang lebih 2,8 kilometer. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih 30 menit dengan menaiki perahu milik nelayan.
Saat saya hendak ke Pulau Lima, tidak ada pengunjung lain yang hendak ke pulau itu.

Menurut salah satu nelayan, pengunjung biasanya akan ramai pada pagi dan siang hari sebelum Dzuhur. Sementara saat menjelang sore hari pengunjung akan jarang. Pengunjung akan ramai dari pagi sampai sore hanya pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.Karena ongkos Rp150.000 terlalu mahal, saya menunggu siapa tahu ada pengunjung yang memiliki niat yang sama dengan saya.

Kebetulan setelah saya menunggu, ada rombongan sekeluarga yang menyewa perahu dan siap membayar Rp150.000. Saya pun ditawari ikut oleh nelayan yang juga nahkoda perahu, namun dengan satu syarat harus membayar Rp50.000.Setelah saya tawar, akhirnya dia menerima saya dengan membayar ongkos Rp30.000.Berangkatlah saya dan keluarga itu dalam sebuah kapal.

Bisa Sewa Rumah Panggung
Ombak kebetulan sedang sedikit tinggi di muara sehingga perahu kerap oleng ke kanan dan ke kiri setiap kali menerjang ombak. Sampai di tengah laut, ombak tampak lebih tenang.
Setengah jam kemudian sampailah kami di Pulau Lima. Memang tidak ada banyak fasilitas yang dibangun di pulau ini karena tidak ada warga yang menetap. Yang menonjol hanya tiga rumah panggung, yang biasanya disewakan kepada pengunjung.

Menurut nelayan, biaya sewa penginapan ini adalah Rp500.000 untuk satu malam, dan bisa digunakan oleh sekeluarga. Sementara untuk biaya makan harus membayar lagi, yang besarannya disesuaikan dengan jumlah dan lauk yang diinginkan.

Di depan rumah-rumah panggung itu, sekelompok anak muda sedang mendirikan tenda. Mereka rupanya ingin menginap di pulau tersebut. Meski sarana yang dibangun tidak cukup lengkap, namun ada juga bangunan gubuk yang dijadikan musala dan toilet di pulau ini. Di sarana ini, pengunjung bisa menggunakan air bersih, namun harus membayar seperti saat akan ke toilet umum.

Hari semakin sore. Kebetulan keluarga yang menyewa perahu ini ingin segera pulang. Saya yang hanya “penumpang gelap” harus rela ikut. Bila tidak, tidak ada perahu yang akan membawa saya kembali.

Perahu kembali menyusuri lautan. Satu dua sampah botol plastik dan bungkus snack tampak mengambang di permukaan air. Ditemani lagu dangdut dari pengeras suara perahu melaju maju menuju Karangantu. Di barat langit tampak kelabu diselimuti mendung. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook