Jelang Nataru, 28 Kapal Belum Jalani Uji Petik

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 07 Desember 2019 - 10:55:45 WIB   |  dibaca: 105 kali
Jelang Nataru, 28 Kapal Belum Jalani Uji Petik

JALANI UJI PETIK: Kapal Motor Penumpang (KMP) sedang berlayar di sekitar Perairan Merak, Kota Cilegon, (6/12).Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru, semua KMP akan menjalani uji petik.

CILEGON, BANTEN RAYA- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten melakukan uji petik terhadap kapal penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni. Dari total 58 kapal yang ada, baru 30 yang menjalani ujit petik.Sementara 28 kapal lainnya masih menunggu jadwal untuk dilakukan uji petik.

Kepala Bidang (Kabid) Status Hukum dan Sertifikasi Kapal pada KSOP Kelas I Banten Yurdi Roni mengatakan, uji petik dilakukan oleh KSOP Kelas I Banten guna memastikan peralatan yang ada di kapal bisa menjamin keselematan penumpang. Uji petik bisa dilakukan setiap saat secara mendadak ketika pihaknya ragu terhadap keselamatan kapal.

Namun, menjelang musim libur Nataru, semua unit kapal penyeberangan akan dilakukan uji petik. “Dari 58 kapal penyeberangan yang ada di lintasan Merak-Bakauheni, baru 30 yang menjalani uji petik, masih ada 28 yang menunggu giliran untuk dilakukan uji petik,” kata Yurdi kepada Banten Raya, Jumat (6/12).

Dikatakan Yurdi, pihaknya menarget uji petik terhadap 28 kapal yang belum menjalani uji petik selesai sebelum 18 Desember 2019. “Adanya kapal yang belum menjalani uji petik karena masih ada jadwal berlayar. Nanti pas tidak ada jadwal kita lakukan uji petik,” terangnya.

Menurut Yurdi, dari hasil pemeriksaan 30 kapal yang sudah dilakukan. Mayoritas tidak ada permasalahan yang berarti. Pihaknya hanya menemukan permasalahan seperti alat keselamatan seperti life jacket yang kurang.

Sementara, untuk mesin ataupun kenavigasian kapal tidak ada masalah. “Kalau untuk seperti mesin, kenavigasian, itu tidak ada masalah. Rata-rata kapal melakukan perawatan secara berkala. Biasanya temuan kami soal alat keselamatan yang masih kurang seperti life jacket, tapi setelah kami minta untuk ditambah, itu dipenuhi oleh pemilik kapal,” terangnya.

Ditambahkan Yurdi, saat ini kondisi perairan Selat Sunda masih tergolong aman untuk pelayaran. Pihaknya terus melakukan pemantauan cuaca bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang. “Jika ada cuaca yang membahayakan, secara cepat akan disampaikan ke para nahkoda melalui VTS (Vessel Traffic Services),” terangnya.

Sementara itu, Kabid Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas I Banten Yosgua Anthonie mengatakan, posko Nataru akan dimulai 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020. “Kita sudah melakukan edaran untuk uji petik. Ini terus berjalan setiap harinya ada yang diuji petik. Kami berharap saat Nataru kapal penyeberangan sudah siap melayani penumpang di lintasan Merak-Bakauheni,” ujarnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook