Penjaga SDN Sukaraja 2 Ditemukan Tewas Membusuk

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Sabtu, 07 Desember 2019 - 10:57:16 WIB   |  dibaca: 151 kali
Penjaga SDN Sukaraja 2 Ditemukan Tewas Membusuk

DIIDENTIFIKASI : Tim Inafis Polres Pandeglang melakukan olah TKP penjaga SDN Sukaraja 2, Desa Sikulan, Kecamatan Jiput yang ditemukan tewas di ruangan kepala sekolah, Jumat (6/12).

PULOSARI, BANTEN RAYA - Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukaraja 2, Desa Sikulan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang digegerkan dengan penemuan mayat penjaga sekolah Makiruyani (56) di ruangan kepala sekolah, Jumat (6/12). Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, korban ditemukan para guru sekitar pukul 07.30 WIB.

Kejadian bermula ketika kepala sekolah akan membuka ruangan miliknya yang sudah lama tidak digunakan. Ketika hendak dibuka, pintu ruangan dalam keadaan terkunci. Kepala sekolah dibantu para guru berusaha membuka pintu ruangan menggunakan kunci cadangan.

Ketika ruangan itu dibuka, mereka terkejut melihat penjaga sekolah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh telungkup menggunakan sarung warna ungu dan tidak memakai baju. Pihak sekolah pun langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat desa hingga kepolisian.

Menerima informasi tersebut dari pihak sekolah, jajaran kepolisian datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP, memasang garis polisi hingga mengevakuasi jenazah korban.

Kepala Desa Sukaraja Holid membenarkan, korban pertama kali ditemukan oleh kepala sekolah dan guru dalam keadaan sudah meninggal dunia. "Rumah korban deket sekolah, kayaknya dia suka tinggal di situ. Tadi juga polisi udah ada yang ke sini buat meriksa korban," ucapnya.

Menurutnya, korban terakhir terlihat Kamis (5/12) saat belanja di warung sekitar. "Kata warga kemarin masih lihat korban ke warung dan kelihatan masih sehat. Kalau denger informasi korban punya penyakit kolesterol, tapi itu kata orang, kita serahkan kasus itu sepenuhnya ke pihak kepolisian," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP DP Ambarita mengatakan, dari hasil pemeriksaan diperkirakan korban sudah meninggal lebih dari 3 hari. "Pada saat olah TKP, wajah korban sudah menghitam lebam dan kulit mengelupas dari kepala sampai dengan perut kulit sudah membengkak dan melepuh, karena posisi korban dalam keadaan tengkurap, dari pundak dan punggung kulit mengelupas karena sudah mengalami pembusukan," katanya.

Diterangkannya, berdasarkan laporan para saksi korban memiliki riwayat penyakit, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Perwakilan keluarga korban meminta polisi untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban. "Pihak keluarga sudah membawa pulang korban untuk segera di makamkan di kampung halamannya yang beralamat di Kampung Cangketek, Desa Sikulan, Kecamatan Jiput," terangnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook