Resmikan Pabrik Petrokimia Rp5,3 Triliun

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 07 Desember 2019 - 11:01:50 WIB   |  dibaca: 144 kali
Resmikan Pabrik Petrokimia Rp5,3 Triliun

Setelah mengunjungi RSUD CIlegon, Jokowi kemudian melanjutkan kegiatannya ke PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) di Keluruhan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon untuk meresmikan pabrik yang baru senilai Rp5,3 triliun.

Turut hadir juga dalam acara peresmian Presiden Komisaris PT CAP Prajogo Pangestu, Presiden Direktur PT CAP Erwin Ciputra, Gubernur Provinsi Banten Wahidin Halim, dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati.

Dalam sambutanya, Jokowi menyebutkan, kebutuhan domestik polyethylene sekitar 2,3 juta ton per tahun dan Indonesia masih impor sekitar 1,52 juta ton atau defisit senilai 22,8 triliun. Dengan peresmian pabrik senilai Rp5,3 juta dimana ada penambahan kapasitas sekitar 400 ribu ton polyethylene, diharapkan bisa mengurangi kebutuhan impor bahan baku kimia.

“Saya baru baca ini (teks sambutan-red), masih defisit total untuk semua bahan kimia itu sekitar Rp193 triliun ternyata besar sekali. Dengan adanya ini diperkirakan bisa substitusi impor sekitar Rp8 triliun. Ke depannya bisa secara bertahap dengan PT CAP sebagai pioner petrokimia bisa dipenuhi tanpa ada impor lagi,” katanya.

Disisi lain, Jokowi juga menyambut baik rencana pembangunan komplek petrokimia PT CAP dengan nilai investasi mencapai Rp80 triliun yang akan segera dilakukan. “Saya yakin 4 tahun lagi kita tidak akan impor lagi (bahan baku kimia-red). Sebab, dengan komplek petrokimia ini bisa menghasilkan 4 juta ton pertahun,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT CAP, Erwin Ciputra menjelaskan, pabrik baru yang diresmikan tersebut menelan anggaran US$ 380 juta atau setara Rp5,3 triliun. Kapasitas sendiri akan bertambah sebanyak 400 ton per tahun atau menjadi total 736 ribu ton per tahun polyethylene.

“Ini alasan kami fokus pembangunan pabrik baru, karena kebutuhan bahan baku polyethylene masih sekitar 40 sampai 50 persen per tahun, dan itu impor. Kami ingin memenuhi kebutuhan untuk pasar domestik,” paparnya.

Erwin menjelaskan, pihaknya juga memberanikan diri untuk membangun dan mengembangkan investasi senilai kurang lebih Rp60 triliun sampai Rp80 triliun karena melihat pasar domestik yang semakin tumbuh dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku  polyethylene.

“Indonesia ini kebutuhannya semakin tumbuh, baik infrastruktur, bahan alat rumah tangga dan industri masih sangat membutuhkan. Kami akan kembangkan dan membangun komplek petrokimia dengan produksi mencapai 4 juta ton per tahun yang akan selesai pada 2024,” katanya.

Dari Cilegon, Jokowi meluncur ke Kota Tangsel untuk meresmikan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II Ruas Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Kelurahan Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan pentingnya pembangunan jalan tol di Indonesia. Jokowi mengaku sering mendengar keluhan macet khususnya dari Banten ke Jakarta dan sebaliknya. “Banyak yang bertanya mengapa kita perlu bangun jalan tol ini. Saya jawab pertama jalan ini akan mempercepat konektivitas Banten-Jakarta, Jakarta-Banten. Saya sering dengar keluhan katanya Pak kita ini bisa tua di jalan karena macet,” kata Jokowi.

Jokowi merasa kemacetan itu bisa menimbulkan kerugian yang tidak sedikit termasuk dari banyaknya pengeluaran BBM. Selain itu, Jokowi menegaskan kecepatan konektivitas ini bisa menambah daya saing Indonesia. “Kedua dengan selesainya tol ini kawasan industri yang ada di Jakarta Banten akan semakin terintegrasi sehingga distribusi logistik akan lebih mudah, lancar terutama yang melalui Pelabuhan Merak,” ujarnya.

Jokowi menuturkan, adanya tol ini juga mempercepat gerak perekonomian di Banten sebagai wilayah penyangga ibu kota Jakarta. Jokwi juga berharap agar ekonomi khususnya di Banten juga meningkat. “Kita harapkan ekonomi Banten bergerak lebih cepat dan lapangan kerja tercipta lebih banyak lagi,” tuturnya.

Setelah menyampaikan sambutan, Jokowi kemudian meresmikan tol Kunciran-Serpong dengan mengucapkan bismillah’ dan dilanjutkan menekan tombol sirine. Sekedar informasi, proyek Jalan Tol Kunciran-Serpong memiliki total panjang 11,2 km. (uri/imron)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook