Jokowi Minta RSUD Cilegon Dibenahi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 07 Desember 2019 - 11:02:57 WIB   |  dibaca: 240 kali
Jokowi Minta RSUD Cilegon Dibenahi

CILEGON, BANTEN RAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Cilegon yang berada di Jalan Bojonegara, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat (6/12). Kedatangan Jokowi di luar rencana agenda kegiatannya yang dijadwalkan meresmikan pabrik di PT Chandra Asri Petrochemical dan meninjau kegiatan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Alun-Alun Kota Cilegon.

Jokowi tiba di RSUD Cilegon tiba di Cilegon sekitar pukul 09.00 WIB setelah sebelumnya mendarat di Stadion Seruni, Kota Cilegon. Rombongan orang nomor satu di Indonesia ini langsung ke RSUD Cilegon. Jokowi terlihat meninjau pelayanan RSUD Cilegon mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap Nusa Indah. Mantan Walikota Solo tersebut menanyakan dan menyalami pasien terkait dengan pelayanan RSUD Cilegon dan penggunaan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dari beberapa pasien yang ditanya oleh Jokowi, semuanya menggunakan Kartu BPJS untuk proses biaya pengobatan.

Jokowi datang ke Cilegon didampingi pejabat di kabinetnya seperti Menteri Kesehatan Terawan, Menteri Koperasi UKM Teten Masduki, Menteri BUMN Erick Tohir, Kepala Staf Khusus Kepresidenan Moeldoko. Kedatangan rombongan presiden juga disambut oleh Gubernur Banten Wahidin Halim serta Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati, beserta jajarannya. Sekitar 30 menit Presiden RI mengunjungi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta fasilitas pelayanan kelas III di RSUD Cilegon dibenahi, salah satunya soal penutup berupa kelambu untuk sekat antar pasien di ruangan rawat inap kelas III. “Itu masih banyak rumah sakit kita yang fasilitasnya belum diperbaiki, tapi itu tugas Pemda (Pemkot Cilegon -red),” tutupnya.

Jokowi mengatakan, kedatangannya ke RSUD Cilegon secara mendadak hanya untuk memastikan pasien di kelas III RSUD Cilegon telah terlayani dengan baik. Mayoritas pasien menggunakan BPJS Kesehatan untuk proses pengobatan. “Memang sama seperti rumah sakit lain, 70 sampai 80 persen itu PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang gratis. Sisanya 20 persen itu pakai yang BPJS mandiri. Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang, di sini (Cilegon -red) angkanya hmpir sama,” katanya kepada awak media.

Disinggung terkait kendala pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD, kata Jokowi, kendala pelayanan di setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada rumah sakit yang sudah bagus, dan ada yang perlu pembenahan. “Ada yang masih 60 persen butuh pembenahan. Saya kira memang ini memerlukan proses di masing-masing rumah sakit, tetapi intinya kalau keluhan pelayanan di tiga rumah sakit itu (Lampung, Subang, dan Cilegon -red) saya tidak mendengar,” akunya.

Disinggung terkait dengan terlambatnya pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan kepada RSUD Cilegon, Jokowi mengakui adanya defisit di BPJS Kesehatan. Namun, Ia sudah mulai mengatasi permasalahan tersebut dengan Menteri Kesehatan RI Terawan. “Menkes sudah menyampaikan jurusnya. Tahun depan bisa teratasi, tanyakan ke Menkes,” ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Cilegon Hanna Johan mengatakan, beberapa fasilitas yang diminta diperbaiki akan segera diperbaiki. Pihaknya mengaku akan memaksimalkan pelayanan di RSUD Cilegon. “Terkait BPJS yang tadi ditanyakan Pak Jokowi hampir tidak ada masalah, tadi tidak ada keluhan dari pasien,” ujarnya.

Hanna mengaku, saat ini adanya tunggakan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan ke RSUD Cilegon sekitar Rp 8 miliar.“Tunggakan sekitar Rp 8 miliar, karena hanya dua bulan. Sebelumnya itu nunggak empat bulan sekitar Rp 16 miliar, tapi sudah dibayarkan dua bulan yang Juli dan Agustus. Untuk November kan klaimnya baru akan diajukan,” katanya.

Ia menambahkan, jika klaim BPJS Kesehatan mengalami keterlambatan, ada kewajiban BPJS Kesehatan membayar denda sebesar satu persen dari tagihan. Keterlambatam pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan juga dialami RSUD di daerah lain, bukan hanya Cilegon. “Kalau sesuai aturan sih 15 hari setelah penagihan harus dibayar,” paparnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook