Kasus Korupsi LKM Ciomas Segera Disidang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 10 Desember 2019 - 11:37:07 WIB   |  dibaca: 281 kali
Kasus Korupsi LKM Ciomas Segera Disidang

DITAHAN: Mantan Direktur PT LKM Ciomas Boyke Febrian dan Kabag Dana Nazarudin digelandang oleh petugas Kejari Serang menuju mobil tahanan, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Kasus dugaan korupsi pembobolan dana kas PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas yang melibatkan Mantan Direktur PT LKM Ciomas, Kabupaten Serang Boyke Febrian, dan Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin, segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Serang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang Azhari mengatakan penyidik sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum (JPU). Setelah menerima pelimpahan tahap dua, penuntut umum akan menyusun surat dakwaan dan melimpahkan perkaranya ke pengadilan untuk disidangkan."Hari ini dilakukan penyerahan tersangka Boyke Febrian dan Nazarudin, serta berkas dari penyidikan ke penuntutan. Kasusnya sudah masuk ke tahap dua," katanya kepada Banten Raya, Senin (8/12).

Menurut Azhari, Boyke Febrian dan Nazarudin merupakan tersangka atas pengembangan fakta persidangan dari Kabag Kas PT LKM Ciomas, Kabupaten Serang Ahmad Tamami yang telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Serang dan divonis 2 tahun penjara karena terbukti melakukan pembobolan dana kas LKM Ciomas tahun 2016 dan menyebabkan kerugian negara senilai Rp 1,8 miliar."Kasus ini memang ditangani dari Kejari Serang. Kita juga melakukan perpanjangan penahanan selama 20 hari ke depan," ujarnya.

Dalam kasus ini, Azhari menegaskan, keduanya akan dijerat pasal 2 Jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diubah dan diperbaharui dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, kuasa hukum Boyke Febrian, Tubagus Eka Maulana membantah jika mantan direktur LKM Ciomas tersebut menggunakan uang nasabah di perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang tersebut.

"Uang Rp 50 juta yang dikatakan Ahmad Tamami digunakan oleh Pak Boyke itu merupakan uang penarikan deposito miliknya. Sedangkan pinjaman Rp 110 juta itu merupakan uang pinjaman ke Bank Saudara dan itu juga sudah dikembalikan," katanya.

Kemudian, Eka menambahkan, terkait kebijakan menutupi bobolnya uang nasabah Rp 1,8 miliar diambil dari uang kas perusahaan, merupakan keputusan bersama. Kebijakan tersebut tidak diambil secara sepihak oleh direktur LKM Ciomas pada waktu itu."Untuk dana talangan (pengganti Rp 1,8 miliar) atas putusan bersama para anggotanya yang hadir bukan putusan sepihak. Tapi memang salahnya tidak dibuatkan berita acara," tambahnya.

Untuk diketahui, dalam persidangan Ahmad Tamami terungkap jika dana setoran nasabah ke PT LKM Ciomas digunakan oleh sejumlah pegawainya untuk kepentingan pribadi dengan nominal yang berbeda. Rinciannya, Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin Rp 524 juta, staf bagian dana PT LKM Ciomas Ratu Bariyah Rp 166 juta, dan Ahmad Tamami Rp 954 juta.

Kasus korupsi itu terbongkar bermula dari banyaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan. Namun ketika dicek, uang setoran nasabah tidak ada. Agar terhindar dari penarikan uang dari nasabah, diadakan rapat yang dipimpin Boyke Febrian selaku Direktur PT LKM Ciomas.

Dalam rapat itu Boyke memerintahkan Ahmad Tamami agar menggunakan dana kas PT LKM Ciomas untuk menalangi uang yang digunakan Ahmad Tamami, Nazaraduin, dan Ratu Bariyah. Setelah ada kebocoran itu, Kantor Akuntansi Publik Asep Ramansyah Manshur melakukan audit. Berdasarkan hasil audit, terdapat selisih kas sebesar Rp 1,8 miliar. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook