Perbaikan Tol, PT Astra Infra Kucurkan Rp 47 M

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Selasa, 10 Desember 2019 - 12:32:34 WIB   |  dibaca: 115 kali
Perbaikan Tol, PT Astra Infra Kucurkan Rp 47 M

SIAGA : Jajaran PT Astra Infra bersiap memberikan pelayanan pada Natal dan Tahun Baru, kemarin.

JAKARTA, BANTEN RAYA - PT Astra Infra selaku pengelola Tol Tangerang-Merak mengaku setiap tahun harus mengucurkan dana sekitar Rp 47 miliar untuk perbaikan jalan. Perbaikan diantaranya untuk pelapisan ulang jalan.

Hal itu diungkapkan Presiden Direktur (Presdir) PT Astra Infra Tol Tangerang-Merak, Krist Ade Sudiyono dalam acara media gathering yang digelar Astra Infra, di salah satu kedai di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

"Setiap tahun, Tol Tangerang-Merak saja untuk overlay atau pelapisan ulang jalan sekitar Rp 47 miliar. Itu hanya Tangerang-Merak saja, yang hanya 72 kilometer, itu seper empatnya, malah seperlima (Panjang 6 ruas tol yang dimiliki PT Astra Infra). Bisa dibayangkan dari ujung ke ujung," ungkapnya, saat sesi tanya jawab dengan wartawan, kemarin.

Untuk diketahui, PT Astra Infra saat ini mengelola sebagian Tol Trans Jawa atau 6 ruas, yakni Tangerang-Merak, Kunciran-Serpong, Cikopo-Palimanan, Semarang-Solo, Jombang-Mojokerto, dan Surabaya-Mojokerto.

Krist menegaskan, kampanye pelarangan kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL) atau kendaraan masuk tol, yang digaungkan saat ini dikarenakan beberapa aspek, diantaranya aspek keselamatan pengendara, aspek keadilan pengguna tol, dan aspek ekonomis. "(Pelarangan kendaraan ODOL_red) bukan semata-mata karena aspek ekonomi, tapi lebih ke aspek keselamatan nyawa dan keadilan," ungkapnya.

Menurut Krist, banyak kasus kecalakaan lalulintas yang terjadi di tol disebabkan akibat kendaraan ODOL, diantaranya kendaraan tabrak belakang truk, lepas kendali, dan lainnya. Oleh karena itu, kata Krist, pihaknya mendukung Program Zero ODOL, yang digaungkan pemerintah. "Faktor keadilan itu, karena semua pengguna jalan tol memiliki hak yang sama. Karena muatan berlebih, laju kendaraan lambat sehingga mengganggu kendaraan lain," ungkapnya lagi.

Siap Layani Libur Nataru
Dalam kesempatan ini, PT ASTRA Infra juga telah melakukan berbagai persiapan menjelang libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Berbagai persiapan dilakukan guna mengantisipasi potensi kepadatan yang terjadi di enam ruas tol yang dikelola ASTRA Infra.

“Kami senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan layanan jalan tol yang aman, nyaman dan lancar. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, ASTRA Infra telah menyiapkan sejumlah pelayanan guna mengantisipasi potensi kepadatan yang terjadi di sejumlah ruas tol,” ungkap Krist, yang juga CEO Toll Road Business Group ini.

Krist memperkirakan, puncak arus libur Natal akan terjadi pada H-5, sedangkan arus balik Tahun Baru terjadi pada H+7. Untuk mengantisipasi kepadatan arus libur Natal dan Tahun Baru itu, PT Astra Infra yang mengelola enam ruang tol tersebut akan menyiapkan berbagai layanan, fasilitas pendukung, dan berbagai pusat diseminasi informasi.

"Kami memprediksi total lalulintas Nataru tahun ini akanmeningkat 7 hingga 10 persen dibanding tahun lalu. Pengkatan terutama terjdi di ruas-ruas yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Cipali, Semarang-Solo, serta Surabaya-Mojokerto dan Jombang," jelasnya.

Kris mengingatkan para pengguna jalan tol untuk tetap merencanakan liburan Natal dan Tahun Baru 2020 ini dengan bijaksana. Selain kesiapan kendaraan yang akan digunakan, juga pengaturan jadwal keberangkatan dan kepulangan untuk menghindari penumpukan.“Kami mengimbau pada para pemudik untuk mengatur jadwal keberangkatan maupun kepulangan pada jam dan hari yang sama,” imbaunya.

Ditambahkan, walaupun secara umum kondisi jalan tol dan infrastruktur pendukungnya semuanya dalam keadaan baik, masyarakat diimbau untuk senantiasa mengikuti arahan dan petunjuk yang diberikan petugas di lapangan.Krist pun mengungkapkan, untuk libur Natal dan Tahun Baru tahun ini, pihaknya telah membuat program liburan Santui, atau akronim dari selamat, aman, nyaman, tertib, update dan informatif.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Jalan Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit meng harapkan, PT Astra Infra juga konsisten melaksanakan penegakan hukum terhadap kendaraan ODOOL. Pihaknya, kata Danang, telah melakukan penandatangan kerjasama dengan Korlantas dan Bidang Bina Marga, terkait program tersebut. "Harapan kami juga Astra bisa ikut melakukan MoU sebagai jalan tol lanjutan, yakni Tol Tangerang-Merak dan Cipali. Kami minta tidak ada toleransi dengan ODOL," tegasnya. (marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook