Pemprov Dianggap Berprestasi Cegah Korupsi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 10 Desember 2019 - 12:37:01 WIB   |  dibaca: 89 kali
Pemprov Dianggap Berprestasi Cegah Korupsi

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten meraih penghargaan dari pemerintah pusat karena dianggap berprestasi dalam pencegahan korupsi. Penghargaan diberikan dalam peringatan Hari Anti Korupsi Dunia (Hakordia) di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Informasi yang dihimpun, penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin yang diterima langsung oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Adapun penghargaan yang diterima Pemprov Banten adalah pada kategori pemerintah provinsi atas capaian implementasi pencegahan korupsi.  

Penghargaan yang diterima oleh Gubernur Banten merupakan penghargaan yang pertama kali diraih oleh Provinsi Banten sejak Provinsi Banten terbentuk sejak 2000. Selain Pemprov Banten, penghargaan serupa juga diterima Pemprov Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

Adapun kriteria penilaian pemberian penghargaan terdiri dari beberapa aspek. Diantaranya, terkait perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu, kapabilitas aparatur pengawasan intern pemerintah (APIP) dan manajemen aparatur sipil negara (ASN). Selanjutnya, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah. Lalu penilaian juga diberikan dalam pembinaan dan tata kelola pemerintahan yang bersih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di wilayahnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh aparatur Pemprov Banten yang berkomitmen penuh dalam menciptakan pemerintahan yang bersih. Mereka juga dapat menunjukkan bahwa Banten berkomitmen dalam pencegahan korupsi. "Karena tanpa korupsi, Banten kuat Indonesia maju," tegasnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga dalam berbagai kesempatan menuturkan, Pemprov Banten akan terus meningkatkan segala hal untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyimpangan lainnya. Salah satunya dengan meningkatkan kapabilitas APIP.

Peranan APIP memang diperlukan sebagai upaya pengawasan pelakanaan program-program pemerintahan. Dampak dari pengawasan yang terus ditingkatkan sudah terlihat. Pemprov Banten mampu meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tiga tahun berturut-turut.“(Level kapabilitas APIP pemprov) dulu kan dua sekarang sudah tiga, empat itu sudah bagus. Level empat paling tinggi,” katanya.

Target kenaikan kapasitas APIP, kata dia, memang sudah seharusnya dilakukan karena pada dasarnya semua harus siap untuk menjadi lebih baik. Dia juga meminta kepada mereka yang di luar APIP senantiasa meningkatkan integritasnya.“Kita harus siap lebih baik, harus ada kesadaran dari diri sendiri, upaya preventif dari diri sendiri,” ungkapnya.

Inspektur Provinsi Banten E Kusmayadi mengatakan, selain kapasitas APIP, sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP) Pemprov Banten juga sudah mengalami kenaikan. Jika sebelumnya berada pada level 2,8, kini sudah berapa di posisi tiga.“Level itu tingkatan mutu, ada level satu, dua, tiga dan seterusnya. Kalau di kita sudah naik, dari SPIP-nya (level) 2,8 sudah menjadi tiga,” tuturnya.

Dipaparkannya, semakin meningkatnya SPIP semakin akan lebih terkontrol upaya pengawasannya dan semakin meningkat pula integritasnya. Jika SPIP semakin matang maka semua akan lebih terkontrol, resiko penyimpangan dari awal sudah terdeteksi.

“Paling tinggi level lima, yang empat pun sekarang hanya Kementerian Keuangan, yang lainnya belum. Untuk peningkatannya juga kita rutin menggelar workshop integritas. Terus kita tingkatkan karena integritas itu kan bicara hati, norma, kejujuran,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin menyebut pencegahan korupsi merupakan upaya penyadaran publik terhadap bahaya kejahatan korupsi. "Korupsi merupakan kejahatan sistemik dan mengganggu pembangunan," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Banten Raya dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Banten, kemarin. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook